Proyek Jembatan Selat Sunda Bukan Prioritas Pemerintah
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago menilai bahwa pembangunan Jembatan Selat Sunda (JJS) belum menjadi prioritas pemerintah saat ini.
Selain tidak sejalan dengan visi pembangunan maritim, proyek senilai Rp 100 triliun tersebut juga dinilai belum tentu bermanfaat bagi segenap masyarakat Indonesia.
"Untuk saat ini jembatan selat sunda belum dibutuhkan. Kami tidak anti, apalagi ini masuk agenda MPE3I, namun kami lebih mendukung proyek yang bermanfaat bagi seluruh wilayah dan tidak menimbulkan ketimpangan," katanya usai rapat kerja Penyusunan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Kamis (6/11).
Lebih lanjut, dia menganggap, masih banyak pembangunan infrastruktur maritim lain yang perlu di tingkatkan, seperti perbaikan dan penambahan kapal maupun dermaga, penambahan terminal penumpang, penambahan koridor penumpang ke kapal maupun dermaga.
"Visi Indonesia maritim jelas, fokus pada potensi kelautan baik pembangunan dari wilayah terluar maupun terdepan," ujarnya.
Pembangunan JSS direncanakan pada 2010 lalu, didanai dari pembiayaan konsorsium yang akan dipimpin oleh PT Bangun Graha Sejahtera Mulia.
Sesuai rencana cetak biru, jembatan tersebut akan melintang sepanjang 31 kilometer dan lebar 60 meter, 70 meter diatas permukaan laut, dengan enam jalur kendaraan roda empat dan lajur ganda kereta api. (BS/yosi winosa/fir)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler

