Kamis, 14 Mei 2026

Sanofi-GSK Setuju Pasok Vaksin Covid-19 ke Inggris

Penulis : Happy Amanda Amalia
30 Jul 2020 | 07:59 WIB
BAGIKAN
Markas perusahaan farmasi Inggris, GlaxoSmithKline (GSK), di London barat, Inggris. ( Foto: BEN STANSALL / AFP )
Markas perusahaan farmasi Inggris, GlaxoSmithKline (GSK), di London barat, Inggris. ( Foto: BEN STANSALL / AFP )

PARIS, investor.id – Raksasa perusahaan farmasi Prancis, Sanofi, dan GlaxoSmithKline (GSK) dari Inggris, mengatakan telah setuju memasok hingga 60 juta dosis vaksin Covid-19 potensial untuk Inggris. Perjanjian yang ditandatangani tersebut mencakup kandidat vaksin Covid-19 yang tengah dikembangkan oleh Sanofi dalam kemitraannya dengan GSK asal Inggris, dan akan bergantung pada "kontrak final".

Di tengah perlombaan global menemukan vaksin untuk menghentikan pandemi virus corona, Sanofi juga mengumumkan diskusi berkelanjutan dengan Komisi Eropa. Sementara itu dengan Prancis dan Italia, membahas mengenai tim negosiasi, dan dengan pemerintah lain untuk memastikan akses global ke vaksin virus corona yang baru.

Kedua perusahaan farmasi tersebut menyatakan dalam komitmen bersama, bahwa akan membuat kandidat vaksin Covid-19 yang terjangkau dan tersedia secara global.

“Kandidat vaksin memiliki potensi untuk memainkan peran penting dalam mengatasi pandemi Covid-19, baik di Inggris maupun di seluruh dunia,” ujar Presiden GSK Global Vaccines, Roger Connor pada Rabu (29/7), seperti dilansir dari AFP.

ADVERTISEMENT

Sedangkan Sanofi memperkirakan, persetujuan pengaturan untuk vaksin bisa diperoleh pada semester pertama 2021.

Menteri Bisnis Inggris Alok Sharma juga menyambut baik kemajuan tersebut, namun dengan catatan bahwa faktanya tetap belum ada jaminan.

“Sementara itu, penting bagi kita untuk mengamankan akses awal ke beragam kandidat vaksin yang menjanjikan, seperti GSK dan Sanofi, untuk meningkatkan peluang kita menemukan satu vaksin yang berfungsi sehingga kita dapat melindungi masyarakat dan menyelamatkan jiwa,” kata Sharma.

Sebagai informasi, Inggris telah mengamankan akses hingga 90 juta dosis vaksin virus corona potensial dalam kesepakatan dengan perusahaan bioteknologi BioNTech, Pfizer dan Valneva.

Kesepakatan itu melibatkan 30 juta dosis vaksin yang dikembangkan oleh raksasa farmasi Amerika Serikat (AS), Pfizer dan BioNTech Jerman, dan 60 juta dosis vaksin lain yang dibuat oleh Valneva dari Prancis.

Pemerintahan di London juga mengatakan akan membeli 100 juta dosis vaksin yang saat ini sedang diujicobakan oleh Oxford University, yang bermitra dengan produsen AstraZeneca.

“Keragaman jenis vaksin ini merupakan hal yang penting karena kita belum tahu yang mana, dari berbagai jenis vaksin itu akan terbukti menghasilkan respons yang aman, dan protektif terhadap Covid-19,” tutur Kate Bingham, ketua satuan tugas vaksin Pemerintah Inggris.

Inggris sendiri telah menjadi salah satu negara yang terkena dampak terburuk di dunia sejak wabah virus corona dimulai, dengan mencatatkan lebih dari 45.750 kematian.

Sanofi-GSK Setuju Pasok Vaksin Covid-19 ke Inggris
Ilustrasi satu botol kecil obat Veklury (remdesivir). ( Foto: CNW Group/Gilead Sciences Canada, Inc. )

UE Pesan 30.000 Remdesivir

Di sisi lain, Komisi Eropa telah memesan 30.000 dosis pengobatan obat antivirus remdesivir dari raksasa produsen obat AS, Gilead. Demikian menurut pengumuman Rabu.

Obat yang dijual dengan nama merek Veklury, remdesivir adalah obat pertama yang disetujui oleh Uni Eropa (UE) untuk mengobati korban pandemi Covid-19 di negara-negara anggota UE dan Inggris.

Obat ini diharapkan dapat mempersingkat waktu pemulihan bagi para pasien yang mengalami infeksi parah, dan diperkirakan tersedia awal bulan depan.

Menurut laporan, pesanan dosis pertama akan menghabiskan biaya sebanyak 63 juta euro (U$ 73 juta), dan harus mencakup kebutuhan untuk beberapa bulan ke depan, sebelum kontrak pengadaan kedua pada Oktober.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia