Kamis, 14 Mei 2026

Sanofi-GSK Luncurkan Tahap Akhir Uji Coba Vaksin Covid

Penulis : Happy Amanda Amalia
27 Mei 2021 | 14:51 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi botol vaksin Covid-19 dengan label logo perusahaan biofarmasi Prancis, Sanofi. Grup farmasi Sanofi mengumumkan pada 27 Mei 2021, peluncuran uji coba skala besar untuk proyek vaksin anti-Covid-19 yang dikembangkan dengan GlaxoSmithKline (GSK) dari Inggris. ( Foto: JOEL SAGET / AFP )
Ilustrasi botol vaksin Covid-19 dengan label logo perusahaan biofarmasi Prancis, Sanofi. Grup farmasi Sanofi mengumumkan pada 27 Mei 2021, peluncuran uji coba skala besar untuk proyek vaksin anti-Covid-19 yang dikembangkan dengan GlaxoSmithKline (GSK) dari Inggris. ( Foto: JOEL SAGET / AFP )

PARIS, investor.id – Raksasa perusahaan farmasi Prancis, Sanofi dan GlaxoSmithKline (GSK) dari Inggris pada Kamis (27/5) mengumumkan dimulainya tahap akhir uji coba vaksin Covid-19 buatannya. Walau terlambat dalam perlombaan dengan produsen lain, mereka tetap ingin menambahkan vaksinnya ke “dalam gudang persenjataan” guna melawan pandemi virus corona.

Perusahaan tersebut melaporkan hasil positif dari uji coba sementara yang dilakukan terhadap manusia di awal bulan ini. Sebelumnya, mereka sempat menuai hasil yang mengecewakan dari studi di awal tahun lalu. Yang membuat Prancis tidak memiliki vaksin sendiri, dan melukai rasa kebanggaan nasional.

“Sanofi dan GlaxoSmithKline pada Kamis, memulai pendaftaran untuk studi klinis Tahap 3 yang akan mencakup lebih dari 35.000 sukarelawan dewasa di Amerika Serikat (AS), Asia, Afrika dan Amerika Latin,” demikian disampaikan perusahaan tersebut, yang dikutip AFP.

Pihak perusahaan sendiri berharap dapat meluncurkan vaksin buatannya pada akhir 2021 – setahun setelah vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan Moderna disetujui oleh regulator.

ADVERTISEMENT

Uji coba Tahap 3 awalnya akan menyelidiki kemanjuran vaksin terhadap virus corona asli yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, Tiongkok. Kemudian melihat responsnya terhadap varian baru Covid yang ditemukan di Afrika Selatan.

Sanofi dan GSK juga bakal mempelajari kemampuan vaksin buatannya untuk bekerja sebagai suntikan penguat pada orang-orang yang sebelumnya telah menerima vaksin lain.

Hasil pada uji coba Fase 2 sudah menunjukkan respons kekebalan yang kuat setelah satu kali suntikan pada peserta yang sebelumnya tertular virus corona.

“Kami telah menyesuaikan strategi pengembangan vaksin kami berdasarkan pertimbangan berwawasan ke depan karena virus terus berkembang, serta mengantisipasi apa yang mungkin diperlukan dalam pengaturan pasca pandemi,” kata Wakil Presiden Eksekutif Sanofi, Thomas Triomphe dalam sebuah pernyataan.

Seperti kebanyakan vaksin Covid lain yang beredar, vaksin produksi Sanofi-GSK akan diberikan sebanyak dua dosis.

Menurut perusahaan, pihaknya menggabungkan antigen yang dikembangkan Sanofi – yang merangsang produksi antibodi pembunuh kuman – dengan teknologi adjuvan GSK, yakni sebuah zat yang mendukung respons kekebalan yang dipicu oleh vaksin.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia