Gorbachev, Negarawan Tak Ada Duanya yang Mengubah Sejarah Dunia
MOSKOW, investor.id – Mendiang mantan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev digambarkan oleh Kremlin pada Rabu (31/8) sebagai seorang negarawan yang telah mengubah sejarah dunia. Sekalipun begitu, sikap romantisismenya mengenai prospek pemulihan hubungan dengan Barat dipandang telah salah tempat.
“Gorbachev adalah seorang politikus dan negarawan yang memiliki dampak besar dalam perjalanan sejarah dunia. Dia memimpin negara kita selama periode perubahan yang kompleks dan dramatis serta kebijakan luar negeri berskala besar, tantangan ekonomi dan sosial,” ujar Presiden Vladimir Putin dalam telegram belasungkawa, yang dilansir Reuters.
Putin – yang sempat bertugas di dinas keamanan KGB Uni Soviet ketika Gorbachev berkuasa – mengatakan, mantan pemimpin itu sangat memahami bahwa sistem Soviet perlu direformasi dan berusaha menawarkan solusi untuk masalah-masalah mendesak.
“Gorbachev sangat memahami bahwa reformasi diperlukan, dan berusaha untuk menawarkan solusi sendiri untuk masalah yang dihadapi oleh Uni Soviet pada 1980-an,” katanya.
Seperti diberitakan, Gorbachev meninggal dunia pada Selasa (30/8) dalam usia 91 tahun. Reformasi yang dilakukan semasa kepemimpinannya menandai berakhirnya Perang Dingin, namun juga mempercepat runtuhnya Uni Soviet setelah kurang dari tujuh tahun berkuasa.
Walau sangat dipuja di Barat, warisan yang ditinggalkan di dalam negeri jauh lebih rumit. Pasalnya banyak penduduk Rusia menyalahkannya atas kekacauan ekonomi dan disusul jatuhnya standar hidup.
Di hadapan peserta forum yang digelar di Moskow, pada Rabu, Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menuturkan bahwa harapan Gorbachev untuk memiliki hubunan romantis dengan Barat tidak dapat dibenarkan dan harus diperbaiki di bawah Putin.
“Dia dengan tulus ingin percaya bahwa Perang Dingin akan berakhir, dan itu akan mengantarkan periode romansa abadi antara Uni Soviet yang baru dan dunia, Barat. Romantisisme ini tidak dibenarkan. Tidak ada periode romantis, bulan madu tidak berhasil dan karakter haus darah dari lawan-lawan kami menunjukkan diri. Ada baiknya kami menyadari ini tepat waktu dan memahaminya,” demikian penjelasan Peskov.
Dimakamkan Sebelah Istrinya
Kabar duka tersebut disampaikan oleh Yayasan Gorbachev pada Selasa. Dikatakan pula, Gorbachev adalah pemimpin terakhir Uni Soviet dan seorang reformis yang membantu mengakhiri Perang Dingin serta memimpin negaranya pindah haluan dari komunisme ke kapitalisme.
“Mikhail Sergeevich Gorbachev meninggal malam ini setelah menderita sakit serius dan lama,” demikian disampaikan Rumah Sakit Klinik Pusat (Central Clinical Hospital), yang dikutip kantor berita Interfax, yang dilansir CNBC.
Interfax menambahkan, Gorbachev bakal dimakamkan di sebelah istrinya Raisa Gorbachev, di Tempat Pemakaman Novodevichy di Moskow.
Sebagai informasi, Gorbachev lahir di desa Privolnoye dan tumbuh sebagai seorang beraliran komunis yang berkomitmen selama Perang Dunia II. Setelah lulus dari Moscow State University dengan gelar sarjana hukum pada 1955, pangkatnya di Partai Komunis naik dan mencapai ke posisi puncaknya sebagai sekretaris jenderal pada pada Maret 1985.
Gorbachev juga mengantarkan perubahan besar-besaran seperti reformasi perestroika dan glasnost, yang berusaha merestrukturisasi ekonomi Uni Soviet yang tertinggal dan membuat pemerintahannya lebih transparan.
Perestroika dan Glasnost adalah kebijakan atau praktik restrukturisasi atau reformasi sistem ekonomi dan politik. Kebijakan Glasnost sendiri memiliki makna keterbukaan dan transparansi. Slogan inilah yang kemudian dikumandangkan Gorbachev. Glasnost adalah kebijakan keterbukaan pada semua bidang di institusi pemerintahan Uni Soviet, termasuk kebebasan informasi dan kebijakan ini dilaksanakan untuk mengurangi korupsi yang dilakukan oleh para pejabat yang memegang tampuk pemerintahan di Uni Soviet.
Sedangkan Perestroika adalah rancangan kebijakan yang bertujuan mereformasi birokrasi dan ekonomi Uni Soviet yang mengalami kemerosotan. Dalam rancangannya, Perestroika berusaha untuk meningkatkan otonomi daerah di Uni Soviet yang sangat luas. Dengan adanya kebijakan Perestroika, Uni Soviet berusaha untuk mengurangi cengkeraman kebijakan ekonomi yang terpusat.
Di sisi lain, Gorbachev dan istrinya juga dikenal dengan gaya hidup yang bertentangan dengan citra pendahulu mereka. Bahkan surat kabar The Daily Mail menjulukinya sebagai “pasangan Gucci.”
Jalan Damai
Ketika terjadi aksi demonstrasi pro-demokrasi yang dimulai di Polandia dan meluas ke blok Soviet pada 1989, Gorbachev tidak mengirim tank Soviet untuk menghancurkan pemberontakan. Dan pada tahun berikutnya, ia memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian karena membantu mengakhiri Perang Dingin.
Namun, Uni Soviet mulai hancur dengan cepat ketika negara-negara Baltik tawanan seperti Lithuania, Latvia dan Estonia terpisah, dan negara-negara lain yang telah lama berada di bawah cengkeraman Moskow, termasuk Ukraina, mencari kemerdekaan.
Beberapa bulan setelah percobaan kudeta, Gorbachev mengundurkan diri pada 25 Desember 1991 dan Uni Soviet pun bubar sehari kemudian.
“Saya melihat diri saya sebagai orang yang memulai reformasi yang diperlukan untuk negara dan untuk Eropa dan dunia. Saya sering ditanya, apakah saya akan memulai semuanya lagi jika harus mengulanginya? Ya memang. Dan dengan lebih banyak ketekunan dan tekad,” ungkap Gorbachev dalam wawancara dengan kantor berita The Associated Press pada 1992 tak lama setelah ia meninggalkan kantor.
Menurut seorang jurnalis dan teman dekat Gorbachev, Alexey Venediktov, Gorbachev mengaku kecewa dengan invasi Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina.
“Itu adalah pekerjaan semasa hidupnya. Kebebasan adalah urusan Gorbachev,” ujar Venediktov kepada mengatakan kepada Forbes Rusia tahun ini, seraya mengenang kebijakan perestroika dan glasnost.
Venediktov menambahkan, ia yakin warisan Gorbachev sedang dihancurkan.
Pujian
Di samping itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Presiden Komisi Uni Eropa (UE) Ursula von der Leyen dan para pejabat lainnya berbondong-bondong menyampaikan pujian atas kepemimpinan Gorbachev, pada Selasa. Menurut mereka, Gorbachev telah mengubah arah sejarah dan membuka jalan bagi Eropa yang bebas.
“Dunia telah kehilangan pemimpin global yang menjulang tinggi, multilateralis yang berkomitmen, dan pembela perdamaian yang tak kenal lelah. Saya sangat sedih dengan kepergiannya,” kata Guterres.
Presiden AS Joe Biden juga menyampaikan, Gorbachev adalah pemimpin yang langka karena dia memiliki imajinasi untuk melihat bahwa masa depan berbeda yang mungkin terjadi, dan keberanian untuk mempertaruhkan seluruh karirnya untuk mencapainya.
“Setelah puluhan tahun mengalami represi politik yang brutal, dia memeluk reformasi demokrasi. Dia percaya pada glasnost dan perestroika – keterbukaan dan restrukturisasi – bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai jalan ke depan bagi rakyat Uni Soviet setelah bertahun-tahun terisolasi dan mengalami kerugian,” ujar Biden dalam pernyataan yang dirilis Selasa malam.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang
Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data
Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah PutihKetika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel
Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh
Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima
Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.Tag Terpopuler
Terpopuler






