Jumat, 15 Mei 2026

Update Perang di Ukraina: Putin Peringatkan Bentrokan dengan NATO akan Picu Bencana Global

Penulis : Grace El Dora
15 Okt 2022 | 07:27 WIB
BAGIKAN
Presiden Rusia Vladimir Putin memberi isyarat selama konferensi pers setelah menghadiri pertemuan puncak dengan para pemimpin negara-negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) pasca-soviet di Astana pada 14 Oktober 2022. (Foto: Valery SHARIFULIN / SPUTNIK / AFP)
Presiden Rusia Vladimir Putin memberi isyarat selama konferensi pers setelah menghadiri pertemuan puncak dengan para pemimpin negara-negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) pasca-soviet di Astana pada 14 Oktober 2022. (Foto: Valery SHARIFULIN / SPUTNIK / AFP)

LONDON, investor.id – Presiden Ukraina Vladimir Putin memperingatkan bahwa setiap bentrokan langsung pasukan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan Rusia akan mengarah pada bencana global.

Dalam pidato yang dibuat di ibu kota Kazakhstan, Astana, presiden Rusia juga mengatakan bahwa pemerintah Jerman membuat kesalahan dengan memprioritaskan kesetiaannya kepada NATO di atas kepentingan nasionalnya.

Pemimpin Rusia itu menambahkan bahwa pihak Jerman belum membuat keputusan mengenai jalur pipa gas Nord Stream 2 yang tidak rusak, yang memungkinkan Rusia memompa gas ke Jerman. Dia mengatakan keputusan seperti itu bukan urusan Rusia.

ADVERTISEMENT

Ketika ditanya apakah dia memiliki penyesalan sehubungan dengan konflik tersebut, dia mengatakan "tidak" dan bersikeras bahwa Rusia melakukan hal yang benar.

Putin melanjutkan dengan mengatakan setiap bentrokan langsung pasukan NATO dengan Rusia akan menyebabkan "bencana global".

“Saya berharap mereka yang mengatakan ini cukup pintar untuk tidak mengambil langkah seperti itu,” tambahnya, Jumat (14/10).

Putin juga mengatakan ia terbuka untuk gagasan pembicaraan dengan Ukraina. “Kami selalu mengatakan ini,” tambahnya. Menurutnya, jika pemerintah Ukraina matang untuk pembicaraan, upaya mediasi akan diperlukan.

Komentarnya muncul di tengah laporan terpisah kemarin tentang kesediaannya untuk masuk ke dalam negosiasi tentang kesepakatan damai sementara dengan Ukraina. Menurut situs berita independen Meduza, Putin bersedia mengambil bagian dalam diskusi dan bahkan dapat menarik pasukannya dari daerah Kherson.

Putin juga mengatakan dalam konferensi pers sore ini bahwa pemerintah India dan Tiongkok mendukung "dialog damai" di Ukraina, sebulan setelah para pemimpin mereka tampak berbeda pendapat dengannya mengenai konflik pada pertemuan puncak di Uzbekistan bulan lalu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia