Update Perang di Ukraina: 50.000 Tentara Mobilisasi Putin Bertempur di Ukraina
MOSKOW, investor.id – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan 50.000 tentara Rusia hasil program mobilisasi Putin kini bergabung dengan unit-unit petempur di Ukraina, menurut laporan kantor berita Interfax. Berikut ini berita terkini (update) perang di Ukraina.
1. Putin mengatakan sebanyak 80.000 personel kini ditempatkan di zona operasi militer khusus.
Istilah yang digunakan pemerintah Rusia untuk menyebut perang di Ukraina.
Adapun sisa dari hampir 320.000 personel wajib militer masih di kamp-kamp pelatihan di Rusia.
“Sekarang kita punya 50.000 personel di unit-unit petempur. Sisanya belum ikut dalam pertempuran,” kata Putin, seperti dikutip Interfax pada Selasa (8/11), saat ia melakukan lawatan ke Tver, wilayah di luar Moskow.
Putin mengumumkan apa yang disebutnya program mobilisasi parsial pada September 2022. Pemerintah Rusia memanggil ratusan ribu petempur baru untuk berperang, setelah serangan balasan Ukraina merebut kembali banyak wilayah di negara itu.
Program mobilisasi Putin tersebut telah mendorong ratusan ribu warga Rusia melakukan eksodus dan unjuk rasa anti perang Rusia.
Pekan lalu, Putin mengatakan sudah ada 318.000 orang yang dipanggil berdasarkan program tersebut. Pada akhir Oktober baru pemerintah mengakhiri program mobilisasi.
Menteri Pertahanan Rusia Sergi Shoigu mengatakan pada 28 Oktober 2022 bahwa sekitar 41.000 petempur Rusia sudah bergabung dengan unit-unit militer di Ukraina.
2. Rusia Kehilangan Pesawat Lebih Cepat daripada yang Bisa Digantinya
Kerugian pesawat Rusia kemungkinan akan secara signifikan melampaui kapasitas mereka untuk memproduksi badan pesawat baru, kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam pembaruan intelijen terbarunya.
“Waktu yang dibutuhkan untuk pelatihan pilot yang kompeten semakin mengurangi kemampuan Rusia untuk meregenerasi kemampuan udara tempur,” katanya, Senin (7/11).
Laporan intelijen juga menyebutkan panglima angkatan bersenjata Ukraina mengklaim bahwa Rusia telah kehilangan lebih dari dua kali jumlah pesawat di Ukraina, daripada jumlah pesawat yang hancur dalam Perang Soviet dengan Afghanistan.
Itu berarti 278 pesawat hilang di Ukraina dibandingkan dengan 119 di Afghanistan, katanya.
“Meskipun kami tidak dapat memberi verifikasi angka-angka ini secara independen, kurangnya superioritas udara Rusia yang terus berlanjut kemungkinan diperburuk oleh pelatihan yang buruk, hilangnya awak berpengalaman, dan peningkatan risiko melakukan dukungan udara jarak dekat di zona pertahanan udara yang padat,” jelas laporan kementerian tersebut.
3. Ukraina Bersiap untuk Serangan Infrastruktur dan Pemadaman Listrik
Ukraina bersiap untuk serangan Rusia lebih lanjut terhadap infrastruktur energi negara itu, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Berbicara dalam pidato malamnya, presiden Ukraina mengatakan lebih dari 4,5 juta orang kini tanpa listrik.
“Kami juga memahami bahwa negara teroris sedang memusatkan kekuatan dan sarana untuk kemungkinan pengulangan serangan massal terhadap infrastruktur kami. Pertama-tama, energi,” kata Zelensky.
Dia meminta warga Ukraina untuk menanggung kesulitan. “Kita harus melewati musim dingin ini dan menjadi lebih kuat di musim semi daripada sekarang,” lanjutnya.
Selama bulan lalu militer Rusia telah fokus pada menyerang infrastruktur energi Ukraina, menyebabkan pemadaman listrik dan pemadaman bergilir di seluruh negeri.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





