Kamis, 14 Mei 2026

Presiden AS dan Tiongkok akan Bertemu di KTT G20 Bali

Penulis : Grace El Dora
11 Nov 2022 | 09:05 WIB
BAGIKAN
Joe Biden (kiri) saat masih menjabat wakil presiden Amerika Serikat (AS) bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam satu kesempatan di Balai Agung Rakyat Tiongkok di Beijing pada 2011. (Foto: ANTARA/China Daily/mii/am)
Joe Biden (kiri) saat masih menjabat wakil presiden Amerika Serikat (AS) bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam satu kesempatan di Balai Agung Rakyat Tiongkok di Beijing pada 2011. (Foto: ANTARA/China Daily/mii/am)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali untuk membahas berbagai isu global dan regional. Salah satunya membahas persaingan yang bertanggung jawab, demikian menurut keterangan dari kantor kepresidenan AS Gedung Putih, Jumat (11/11).

Pertemuan pada Senin akan berlangsung di sela-sela KTT G20 di Bali.

“Kedua pemimpin akan membicarakan upaya mempertahankan sekaligus memperdalam jalur komunikasi antara Amerika Serikat dan Tiongkok selaku pengelola persaingan, dan melakukan kerja sama di mana kepentingan sejalan, terutama pada tantangan lintas negara yang berdampak terhadap komunitas internasional,” kata juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre lewat pernyataan resminya, Jumat.

ADVERTISEMENT

Biden akan mengangkat isu Taiwan. “Pelanggaran (hak asasi manusia) HAM dan lebih banyak lagi, kekhawatiran kami dan sekutu serta mitra kami tentang praktek ekonomi Tiongkok yang membahayakan,” jelas seorang pejabat senior di bawah kepemimpinan Biden.

Presiden AS dan Tiongkok akan Bertemu di KTT G20 Bali
Layar monitor yang menampilkan Presiden RI Joko Widodo mempromosikan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di halaman Kedutaan Besar RI (KBRI) Beijing, Tiongkok. (Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Kedua pemimpin itu juga diperkirakan akan membicarakan perang Rusia di Ukraina.

Pertemuan kedua pemimpin akan menjadi yang pertama sejak Biden menjabat sebagai presiden.

“Presiden percaya bahwa sangat penting untuk membangun pondasi hubungan dan memastikan bahwa ini adalah aturan jalan yang mengikat persaingan kami,” kata pejabat tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 43 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 54 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia