Kamis, 14 Mei 2026

Panasonic Setop Produksi Penanak Nasi di Jepang

Penulis : Happy Amanda Amalia
4 Jan 2023 | 16:44 WIB
BAGIKAN
Alat penanak nasi. (Foto ilustrasi: Istimewa )
Alat penanak nasi. (Foto ilustrasi: Istimewa )

TOKYO, investor.id – Panasonic Holdings Corp. akan menghentikan produksi alat penanak nasi (rice cooker) di Jepang menyusul turunnya keinginan mengonsumsi biji-bijian dan alasan menghemat biaya, seperti diungkap di tempat lain. Demikian menurut laporan surat kabar Nikkei, yang dikutip Bloomberg pada Rabu (4/1/2023).

Sebagai gantinya, lanjut laporan media, pabrikan yang berbasis di Osaka itu bakal mentransfer produksi ke kota Hangzhou di Tiongkok timur mulai Juni 2023.

Langkah Panasonic – sebagai produsen penanak nasi populer di negara asalnya sejak 1956 – tersebut melambangkan pergeseran di negara, yang pernah memimpin pengembangan perangkat yang sekarang tersebar di seluruh Asia.

ADVERTISEMENT

Seiring populasi Jepang yang menyusut dan menua, serta perubahan kebiasaan gaya hidup di kalangan anak muda telah membuat konsumsi beras berkurang lebih dari setengahnya sejak pertengahan 1960-an.

Hal itu juga berarti menyusutnya margin domestik untuk perusahaan seperti Panasonic, yang sudah memproduksi penanak nasi sederhana di India. Dilaporkan oleh Nikkei, perusahaan berharap perpindahannya ke Tiongkok – di mana mayoritas pesaing dan pemasoknya berbasis – dapat meningkatkan efisiensi produksi dan profitabilitas.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 35 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 46 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia