Panasonic Setop Produksi Penanak Nasi di Jepang
TOKYO, investor.id – Panasonic Holdings Corp. akan menghentikan produksi alat penanak nasi (rice cooker) di Jepang menyusul turunnya keinginan mengonsumsi biji-bijian dan alasan menghemat biaya, seperti diungkap di tempat lain. Demikian menurut laporan surat kabar Nikkei, yang dikutip Bloomberg pada Rabu (4/1/2023).
Sebagai gantinya, lanjut laporan media, pabrikan yang berbasis di Osaka itu bakal mentransfer produksi ke kota Hangzhou di Tiongkok timur mulai Juni 2023.
Langkah Panasonic – sebagai produsen penanak nasi populer di negara asalnya sejak 1956 – tersebut melambangkan pergeseran di negara, yang pernah memimpin pengembangan perangkat yang sekarang tersebar di seluruh Asia.
Seiring populasi Jepang yang menyusut dan menua, serta perubahan kebiasaan gaya hidup di kalangan anak muda telah membuat konsumsi beras berkurang lebih dari setengahnya sejak pertengahan 1960-an.
Hal itu juga berarti menyusutnya margin domestik untuk perusahaan seperti Panasonic, yang sudah memproduksi penanak nasi sederhana di India. Dilaporkan oleh Nikkei, perusahaan berharap perpindahannya ke Tiongkok – di mana mayoritas pesaing dan pemasoknya berbasis – dapat meningkatkan efisiensi produksi dan profitabilitas.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler






