Jumat, 15 Mei 2026

Kissinger Dukung Ukraina Masuk NATO, Rusia Perlu Ikut Sistem Internasional

Penulis : Grace El Dora
18 Jan 2023 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Henry Kissinger menghadiri jamuan makan siang di Departemen Luar Negeri di Washington, AS pada 1 Desember 2022. (Foto: Roberto Schmidt / AFP / Getty Images)
Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Henry Kissinger menghadiri jamuan makan siang di Departemen Luar Negeri di Washington, AS pada 1 Desember 2022. (Foto: Roberto Schmidt / AFP / Getty Images)

DAVOS, investor.id – Senior negarawan Amerika Serikat (AS) Henry Kissinger mengatakan serangan Rusia menunjukkan tidak ada lagi tujuan untuk menjaga Ukraina keluar dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Ini bertolakbelakang dari aspirasi Ukraina yang telah lama dia lawan.

Mantan menteri luar negeri (menlu) berusia 99 tahun itu selama berbulan-bulan menganjurkan gencatan senjata dalam perang Ukraina yang pada dasarnya akan menerima beberapa keuntungan militer oleh Rusia.

Tetapi berbicara secara virtual di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Kissinger mengatakan keanggotaan NATO untuk Ukraina akan menjadi “hasil yang sesuai”.

ADVERTISEMENT

“Sebelum perang ini, saya menentang keanggotaan Ukraina di NATO karena saya khawatir itu akan memulai proses yang persis seperti yang kita lihat sekarang,” kata Kissinger, Rabu (18/1).

“Sekarang proses ini telah mencapai tingkat ini, gagasan tentang Ukraina yang netral dalam kondisi ini tidak lagi berarti,” lanjutnya. Ia berbicara di depan rak buku dengan foto berbingkai mantan presiden Richard Nixon, presiden AS ketika Kissinger menjabat sebagai menlu.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan aspirasi NATO Ukraina sebagai ancaman saat dia membenarkan serangan yang diluncurkan pada 24 Februari tahun lalu.

Pemerintah Amerika Serikat bersikeras bahwa keputusan tentang NATO ada di tangan Ukraina. Tetapi tawaran itu memiliki sedikit daya tarik dengan kekuatan Eropa yang berhati-hati dalam memberikan jaminan keamanan bersama aliansi tersebut, kepada negara yang telah terlibat dalam perang intensitas rendah dengan Rusia sejak 2014.

Kissinger, dalam sebuah esai bulan lalu di majalah konservatif Inggris The Spectator, memperingatkan konflik Ukraina memiliki kesamaan dengan 1914 ketika negara-negara besar secara tidak sengaja meningkat menjadi perang dunia.

Dia menyerukan gencatan senjata di mana Rusia menarik diri ke garis sebelum serangan tetapi tidak lebih jauh, tetap di Ukraina timur serta semenanjung Krimea yang dianeksasi Rusia pada 2014, dengan wilayah terbuka untuk negosiasi selanjutnya.

Di Davos, Kissinger mengatakan penting untuk “menjaga agar perang tidak menjadi perang melawan Rusia” dan “memberi Rusia kesempatan untuk bergabung kembali dengan sistem internasional”.

Meskipun mengakui bahwa negara-negara yang pernah didominasi oleh Rusia akan ragu-ragu, Kissinger mengatakan sangat penting untuk menghindari ketidakstabilan di negara besar bersenjata nuklir itu.

“(Proses diplomatik dapat membantu Rusia) mengevaluasi kembali posisi bersejarahnya, yang merupakan campuran dari ketertarikan pada budaya Eropa dan ketakutan akan dominasi Eropa,” tukasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia