Kamis, 14 Mei 2026

Menkeu Yellen: AS Akan Lanjutkan Pembicaraan Ekonomi dengan Tiongkok Pada Waktunya

Penulis : Grace El Dora
24 Feb 2023 | 17:33 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Janet Yellen berbicara kepada pers dalam KTT Iklim PBB COP26 di Glasgow, Skotlandia, pada 3 November 2021. ( Foto: PAUL ELLIS / AFP )
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Janet Yellen berbicara kepada pers dalam KTT Iklim PBB COP26 di Glasgow, Skotlandia, pada 3 November 2021. ( Foto: PAUL ELLIS / AFP )

WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan pemerintah AS akan melanjutkan pembicaraan ekonomi dengan Tiongkok pada waktu yang tepat. Sementara itu, pemerintah Tiongkok terus menjual saham Treasury yang sangat besar dan ketika AS memperingatkan kemungkinan pelanggaran sanksi sehubungan dengan Rusia.

“Saya tidak memiliki kerangka waktu khusus untuk melakukan itu,” kata Yellen kepada Tanvir Gill pada konferensi pers menjelang pertemuan para pemimpin keuangan G-20 di Bengaluru, India, dilansir dari CNBC pada Jumat (24/2).

“Tapi saya percaya penting untuk melakukannya dan saya pasti terbuka untuk melakukan percakapan itu,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Yellen mengatakan ada banyak bidang di mana pemerintah AS dan Tiongkok perlu bekerja sama untuk mengatasi tantangan global, termasuk dalam hal ketahanan pangan, utang, dan perubahan iklim.

Komunikasi yang baik antara kedua negara, menurut Yellen, menjadi kunci untuk situasi ekonomi makro dan keuangan di dalam negeri dan dalam ekonomi global secara lebih luas.

Menteri keuangan (menkeu) itu bertemu dengan Wakil Perdana Menteri (PM) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Liu He pada 18 Januari 2023, untuk membahas kebijakan ekonomi. Pertemuan itu digambarkan Yellen sebagai “konstruktif”.

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping sama-sama menyerukan lebih banyak kerja sama, ketika mereka bertemu secara virtual pada November 2022.

Komentar Yellen muncul menjelang pertemuan yang diharapkan antara Presiden Xi dan Presiden Rusia Vladimir Putin musim semi ini, karena Rusia ingin memperdalam hubungannya dengan Tiongkok.

Menurut data Refinitiv, simpanan obligasi pemerintah AS di Tiongkok mencapai US$ 862,3 miliar yang merupakan level terendah sejak Mei 2010. Selama 2022, kepemilikan Tiongkok dilaporkan menyusut sebesar US$ 173,85 miliar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 46 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia