Menkeu Yellen: AS Akan Lanjutkan Pembicaraan Ekonomi dengan Tiongkok Pada Waktunya
WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan pemerintah AS akan melanjutkan pembicaraan ekonomi dengan Tiongkok pada waktu yang tepat. Sementara itu, pemerintah Tiongkok terus menjual saham Treasury yang sangat besar dan ketika AS memperingatkan kemungkinan pelanggaran sanksi sehubungan dengan Rusia.
“Saya tidak memiliki kerangka waktu khusus untuk melakukan itu,” kata Yellen kepada Tanvir Gill pada konferensi pers menjelang pertemuan para pemimpin keuangan G-20 di Bengaluru, India, dilansir dari CNBC pada Jumat (24/2).
“Tapi saya percaya penting untuk melakukannya dan saya pasti terbuka untuk melakukan percakapan itu,” tambahnya.
Yellen mengatakan ada banyak bidang di mana pemerintah AS dan Tiongkok perlu bekerja sama untuk mengatasi tantangan global, termasuk dalam hal ketahanan pangan, utang, dan perubahan iklim.
Komunikasi yang baik antara kedua negara, menurut Yellen, menjadi kunci untuk situasi ekonomi makro dan keuangan di dalam negeri dan dalam ekonomi global secara lebih luas.
Menteri keuangan (menkeu) itu bertemu dengan Wakil Perdana Menteri (PM) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Liu He pada 18 Januari 2023, untuk membahas kebijakan ekonomi. Pertemuan itu digambarkan Yellen sebagai “konstruktif”.
Presiden AS Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping sama-sama menyerukan lebih banyak kerja sama, ketika mereka bertemu secara virtual pada November 2022.
Komentar Yellen muncul menjelang pertemuan yang diharapkan antara Presiden Xi dan Presiden Rusia Vladimir Putin musim semi ini, karena Rusia ingin memperdalam hubungannya dengan Tiongkok.
Menurut data Refinitiv, simpanan obligasi pemerintah AS di Tiongkok mencapai US$ 862,3 miliar yang merupakan level terendah sejak Mei 2010. Selama 2022, kepemilikan Tiongkok dilaporkan menyusut sebesar US$ 173,85 miliar.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler


