Foxconn Akan Peralihan Pabrik iPhone Tiongkok ke India
BANGALORE, investor.id – Apple akan memproduksi iPhone di pabrik baru di India, kata para pejabat, ketika raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) itu berupaya meningkatkan produksinya di India dan melakukan diversifikasi jauh dari Tiongkok.
Rantai pasokan global ponsel unggulan sebagian besar berbasis di Tiongkok, di mana kebijakan Covid-19 yang ketat tahun lalu dan ketegangan diplomatik yang sedang berlangsung dengan AS telah mengganggu produksi.
“Ponsel Apple akan segera dibuat di negara bagian ini,” unggah kepala menteri negara bagian Karnataka Basavaraj S Bommai, dilansir dari AFP, Sabtu (4/3).
“Selain menciptakan sekitar 100.000 pekerjaan, itu akan menciptakan banyak peluang bagi Karnataka,” tambahnya.
Menteri negara India untuk teknologi informasi Rajeev Chandrasekhar mengatakan pabrik yang diusulkan akan tersebar di 300 hektare (Ha) di negara bagian tersebut, yakni rumah bagi pusat teknologi India, Bengaluru.
Pengumuman itu dikeluarkan ketika Kepala Foxconn Young Liu mengunjungi kota itu pada Jumat (3/3), menurut media local. Sebelumnya, Liu melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi awal pekan ini.
“Diskusi kami mencakup berbagai topik yang bertujuan untuk meningkatkan ekosistem teknologi dan inovasi India,” cuit Modi di media sosial Twitter pada Rabu (1/3).
Pada Kamis (2/3), Liu menandatangani perjanjian untuk mendirikan fasilitas manufaktur elektronik yang akan mempekerjakan 100.000 orang di negara bagian tetangga selatan Telangana.
Hingga berita ini diterbitkan, Apple dan Foxconn belum menanggapi permintaan komentar dari AFP.
Foxconn, perakit iPhone top dunia, sejak 2019 telah memproduksi handset Apple di India di pabrik negara bagian selatan Tamil Nadu.
Dua pemasok Taiwan lainnya, yakni Wistron dan Pegatron, juga memproduksi dan merakit perangkat Apple di India.
Apple mengatakan pada September 2022 akan memproduksi iPhone 14 terbarunya di India, hanya beberapa minggu setelah meluncurkan model andalannya.
Tetapi negara tersebut menyumbang kurang dari 5% dari produksi global Apple, menurut Bloomberg, tertinggal dari AS, Tiongkok, Jepang, dan lima negara lainnya.
Manufaktur Apple yang berkembang di India merupakan dorongan untuk strategi “Make in India” yang dicanangkan Modi, di mana PM tersebut mendesak bisnis asing untuk memproduksi barang di negara Asia Selatan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler

