Goldman Sachs: Kejatuhan Silicon Valley Bank Tak Mungkin Berdampak pada Pertumbuhan Asia
TOKYO, investor.id – Kepala ekonom Asia Pasifik Goldman Sachs Andrew Tilton mengatakan prospek ekonomi kawasan Asia tidak mungkin terpengaruh dari kejatuhan Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat (AS).
“Sejauh ini ditangani relatif cepat oleh regulator dan tidak menyebar ke entitas tambahan di luar yang telah dicatat sejauh ini, maka kita cenderung tidak melihat dampak signifikan pada prospek pertumbuhan Asia,” kata Tilton, menurut laporan CNBC, Senin (13/3).
Dia mengulangi perkiraan perusahaan untuk ekonomi Tiongkok dan menekankan sebagian besar pertumbuhan akan didorong oleh pembukaan kembali negara tersebut, setelah kebijakan nol Covid-19 dicabut.
“Kami terus mengharapkan pertumbuhan 5,5% untuk Tiongkok tahun ini, sebagian besar didorong oleh pembukaan kembali dan mungkin kurang sensitif terhadap masalah khusus ini,” paparnya.
Kehilangan Kepercayaan
Sementara itu, Analis bank veteran Dick Bove mengatakan para deposan telah kehilangan kepercayaan pada bank-bank Amerika. Ia menilai bank-bank Amerika telah kehilangan kredibilitas dengan investor rata-rata karena apa yang dia gambarkan sebagai “trik akuntansi”, katanya.
“Akuntansi perbankan di Amerika Serikat adalah sampah,” katanya. Bove mengatakan bank menggunakan “tipu muslihat akuntansi untuk menghindari menunjukkan ekuitas sebenarnya di bank-bank ini”.
Bove lebih lanjut mencatat masalah seputar keruntuhan Silicon Valley Bank dipimpin oleh Federal Direct Loans.
“Mereka memiliki US$ 110 miliar investasi di sekuritas yang didukung pemerintah AS, perbendaharaan, sekuritas yang didukung hipotek. Bukan pinjaman yang menimbulkan masalah, itu adalah sekuritas yang didukung AS yang menciptakan masalah,” jelas Bove.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






