Jumat, 15 Mei 2026

JPMorgan Membeli Aset First Republik Bank

Penulis : Happy Amanda Amalia
2 Mei 2023 | 03:00 WIB
BAGIKAN
Logo di depan kantor First Republic Bank pada 16 Maret 2023 di Oakland, California, Amerika Serikat. (Foto: Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Logo di depan kantor First Republic Bank pada 16 Maret 2023 di Oakland, California, Amerika Serikat. (Foto: Justin Sullivan/Getty Images/AFP)

“Bisnis-bisnis yang diakuisisi akan diawasi oleh Co-CEO Consumer and Community Banking (CCB) JPMorgan, Marianne Lake dan Jennifer Piepszak,” demikian dikatakan dalam sebuah pernyataan.

Penyelamatan itu dilakukan kurang dari dua bulan setelah para nasabah bank AS itu bergegas menarik simpanannya dan memaksa intervensi The Fed dengan mengambil langkah-langkah darurat untuk menstabilkan pasar. Kegagalan tersebut terjadi setelah Silvergate yang berfokus pada kripto dilikuidasi secara sukarela.

“Pemerintah mengundang kami dan pihak-pihak lain untuk melangkah maju, dan kami melakukannya. Kekuatan finansial, kapabilitas, dan model bisnis kami memungkinkan kami untuk mengembangkan tawaran untuk melaksanakan transaksi dengan cara meminimalkan biaya bagi Lembaga Penjamin Simpanan,” ujar Chairman dan CEO JPMorgan Jamie Dimon.

ADVERTISEMENT

JPMorgan pun berharap mencapai keuntungan satu kali setelah pajak sekitar US$ 2,6 miliar pasca kesepakatan, yang tidak mencerminkan sekitar US$ 2 miliar biaya restrukturisasi setelah pajak yang mungkin akan terjadi dalam 18 bulan ke depan.

Dikatakan JPMorgan bahwa bank tersebut bakal memiliki permodalan yang sangat baik dengan rasio modal inti (common equity tier one/CET1) yang konsisten dengan target 13,5% pada kuartal I-2024 dan menjaga penyangga likuiditas yang sehat.

“84 kantor bank yang gagal di delapan negara bagian akan dibuka kembali sebagai cabang JPMorgan Chase Bank mulai Senin,” tambahnya.

Tercatat, JPMorgan telah melakukan aksi beli sejak 2021, mengakuisisi lebih dari 30 perusahaan dalam kesepakatan senilai lebih dari US$ 5 miliar. Sementara regulator AS cenderung lambat dalam menyetujui transaksi bank besar dalam beberapa tahun terakhir, pemerintahan Presiden AS Joe Biden juga menindak tegas praktik-praktik anti-persaingan. (sumber lain)

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia