Jumat, 15 Mei 2026

Warren Buffett Tanggapi Maraknya Fenomena Dedolarisasi

Penulis : Faisal Maliki Baskoro
7 Mei 2023 | 10:35 WIB
BAGIKAN
Investor Warren Buffett. (Foto: Paul Morigi/Getty Images for Fortune/Time Inc)
Investor Warren Buffett. (Foto: Paul Morigi/Getty Images for Fortune/Time Inc)

NEW YORK, investor.id – Meski muncul kekhawatiran soal krisis batas utang (debt ceiling) Amerika Serikat (AS), investor kakap Warren Buffett yakin dolar AS tidak akan kehilangan status sebagai mata uang cadangan dunia (reserve currency).

“Saya tidak melihat opsi mata uang lain menjadi mata uang cadangan," kata Warren Buffett dalam pertemuan tahunan Berkshire Hathaway, Sabtu (6/5/2023).

Buffett menegaskan tidak ada yang memahami situasi utang seperti Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, tetapi dia tidak bertanggung jawab atas kebijakan fiskal. Buffett juga mengatakan orang bertindak berbeda ketika mereka tidak percaya pada mata uang.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut Buffett mengatakan, mengganti dolar AS sebagai mata uang dunia memiliki risiko. "Tidak ada yang tahu sejauh mana Anda dapat menggunakan mata uang kertas sebelum menjadi tidak terkendali, terutama jika Anda adalah mata uang cadangan dunia. Anda tidak ingin itu menjadi masalah karena kemudian semuanya akan berakhir," tutur dia.

Menurut dia, sulit untuk mempersiapkan perubahan dalam batas utang dan dampaknya terhadap dolar karena itu merupakan keputusan politik.

Belakangan ini, gerakan dedolarisasi menjadi fenomena global yang diambil oleh negara-negara maju yang mempunyai orientasi ekonomi yang sama. Misalnya, kelompok negara BRICS yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok dan Afrika Selatan berupaya mengurangi penggunaan dolar AS dalam bertransaksi antarnegara. ASEAN+3 juga mengadopsi gerakan ini. 

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyoroti bahwa tantangan saat ini dan ketergantungan yang besar pada mata uang dominan tertentu untuk perdagangan internasional dan penyelesaian investasi dapat meningkatkan kerentanan dan meningkatkan risiko stabilitas keuangan di ASEAN+3.

Dedolarisasi adalah proses penggantian dolar AS sebagai mata uang yang digunakan untuk perdagangan dan/atau komoditas lainnya. Hal ini menjadi bagian dari kebijakan pemerintah yang akan mendongkrak nilai tukar mata uang lokal terhadap dolar AS.

Menurut data Reuters, pada akhir Maret 2023, penggunaan yuan dalam pembayaran dan penerimaan lintas batas mencapai 48,4%, sedangkan dolar AS turun menjadi 46,7%. Pada 2010, bagian yuan hampir nol, sedangkan dolar AS mencapai 83%. Perubahan ini terjadi karena Tiongkok berusaha untuk memberdayakan yuan di pasar perdagangan dan modal.

Namun, dolar AS masih dominan di luar perbatasan Tiongkok, terutama dalam transaksi mata uang global untuk pembiayaan perdagangan, dimana bagian yuan hanya mencapai 4,5% pada Maret 2023 dibandingkan dengan 83,7% untuk dolar AS.

Berita ini juga telah ditayangkan di Beritasatu.com dengan judul Dedolarisasi, Warren Buffet Yakin Dolar Masih Berkuasa

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 45 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia