Intip Bocoran Gaji di Google AS, Paling Rendah Rp 4 Miliar Per Tahun
JAKARTA, investor.id – Dokumen perusahaan yang bocor ke media menunjukkan pekerja Google di Amerika Serikat (AS) memperoleh gaji enam dan tujuh digit yang sangat besar, paling rendah bergaji US$ 279.802 (sekitar Rp 4 miliar) per tahun. Tapi di perusahaan teknologi raksasa (Big Tech) itu, tidak ada yang sebesar gaji CEO Sundar Pichai menghasilkan US$ 226 juta yang menggiurkan.
Spreadsheet dari perusahaan berisi gaji untuk 12.000 karyawan dari 2022, tahun yang berakhir dengan jumlah persis yang sama kehilangan pekerjaan, bocor di media. Data yang diperoleh dari Daily Mail pada Senin (24/7) menunjukkan segelitir perkiraan gaji pekerja Google.
Sementara penerima gaji tetap tertinggi adalah teknisi perangkat lunak (software engineer) dengan lebih dari US$ 718.000 per tahun, rata-rata anggota staf membawa pulang US$ 279.802 (sekitar Rp 4 miliar) setahun.
Data tersebut bukanlah daftar lengkap talenta Google, karena hanya naik ke level tujuh dari 11, artinya ada yang mendapatkan jauh lebih banyak dari yang dilaporkan.
Gaji tertinggi di antara mereka adalah software engineer yang menambahkan hingga US$ 605.000 ke asupan bonus tahunan mereka, berarti beberapa pekerja menghasilkan US$ 1,3 juta pada 2022 menurut perhitungan.
Beberapa software engineer yang lebih rendah dalam daftar gaji menghasilkan US$ 100.000 hingga US$ 375.000 tahun lalu.
Penghasilan terendah di Google adalah staf operasi teknis, yang menghasilkan hanya US$ 47.000 pada 2022. Hanya US$ 1.000 yang memisahkan mereka dari rata-rata pekerja magang, menurut Insider.
Lebih tinggi lagi adalah gaji para ilmuwan data perusahaan (data scientist), karena gaji pokok mereka mulai dari US$ 120.000 tetapi bisa naik menjadi US$ 254.000. Meski demikian, jenis pekerjaan satu ini mendapat bonus kedua terbesar di perusahaan karena pendapatan tahunan mereka naik menjadi US$ 326.000 dalam beberapa kasus.
Desainer pengalaman pengguna (user experience designer) yakni para pekerja di departemen urusan pemerintah dan kebijakan publik Google, ilmuwan riset, tenaga penjualan Cloud, dan manajer program semuanya menghasilkan lebih dari US$ 300.000 per tahun.
Manajer teknik (engineering manager) adalah gaji tertinggi kedua di antara pekerja level tujuh tersebut, menghasilkan US$ 400.000 setahun.
Anggota tim penjualan langsung mencapai sekitar US$ 377.000 dalam setahun, sementara penasihat hukum menghasilkan US$ 320.000 setahun.
Tidak ada yang mengungguli nama terbesar perusahaan, CEO Google Sundar Pichai, yang menghasilkan US$ 226 juta pada 2022. Sebanyak UUS$ 218 juta di antaranya diberi label 'kompensasi lain', menurut laporan New York Post.
Angka-angka SmartAsset yang diterbitkan minggu lalu menunjukkan US$ 1,3 juta akan menempatkan mereka di antara 1% teratas negara.
Di sisi lain perusahaan induk Google, Alphabet, memecat 12.000 pekerjaan pada Januari 2023 di tengah serangkaian pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang melanda sektor teknologi.
Sundar Pichai, CEO Alphabet, mengatakan pada saat itu kerugian memengaruhi tim di seluruh perusahaan termasuk perekrutan dan beberapa fungsi perusahaan, serta beberapa tim teknik dan produk.
PHK massal terjadi hanya beberapa hari setelah saingan perusahaan, Microsoft Corp., mengumumkan rencana memberhentikan 10.000 pekerja sementara dan Amazon mulai memecat 18.000 pekerjanya karena 'richcession' merobek perusahaan terbesar di dunia. 'Richcession' adalah istilah slang yang digunakan untuk menggambarkan kemerosotan ekonomi yang lebih keras memukul orang kaya.
Berita itu muncul selama periode ketidakpastian ekonomi serta janji teknologi, di mana Google dan Microsoft telah berinvestasi di bidang software yang masih baru yang dikenal sebagai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif.
PHK massal, yang bersifat global dan segera berlaku di AS, adalah yang terbaru dari serangkaian langkah pemotongan biaya yang telah dicerminkan di seluruh industri teknologi.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




