Jumat, 15 Mei 2026

Ekonomi ASEAN+3 Diperkirakan Tumbuh 4,6% Tahun Ini

Penulis : Jayanti Nada Shofa
23 Aug 2023 | 13:35 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama para panelis seminar terkait kredit hijau di negara ASEAN yang digelar di Jakarta, Selasa (22/8/2023). (Ketiga dari kanan) Shimizu Toshio selaku Direktur Jenderal Luar Negeri Japan Housing Finance. Seminar ini merupakan sebuah side event dari ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting. (Foto: Dok. Kemenkeu)
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama para panelis seminar terkait kredit hijau di negara ASEAN yang digelar di Jakarta, Selasa (22/8/2023). (Ketiga dari kanan) Shimizu Toshio selaku Direktur Jenderal Luar Negeri Japan Housing Finance. Seminar ini merupakan sebuah side event dari ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting. (Foto: Dok. Kemenkeu)

JAKARTA, investor.id - Perekonomian ASEAN+3 diperkirakan akan tumbuh lebih dari 4% pada 2023. Hal ini terungkap dalam laporan ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) edisi Juli. Adapun ASEAN+3 meliputi 10 negara ASEAN, Jepang, Korea, Tiongkok, dan Hong Kong.

Berdasarkan laporan tersebut, ekonomi ASEAN+3 akan tumbuh 4,6% tahun ini, naik 3,2% yang dicatatkan sebelumnya. Produk domestik bruto (PDB) ASEAN+3 diproyeksikan akan naik 4,5% pada tahun 2024.

Direktur Jenderal Luar Negeri di Japan Housing Finance Shimizu Toshio membahas laporan ini saat mengikuti rangkaian ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting di Jakarta pada Selasa (22/8/2023).

ADVERTISEMENT

“Ekonomi ASEAN+3 akan tumbuh 4,6% pada tahun 2023. Jadi proyeksi AMRO tidak berubah,” ucap Toshio pada pertemuan tersebut.

Meski demikian, laporan tersebut merevisi pertumbuhan PDB ASEAN. Sebelumnya, 10 negara ASEAN secara kolektif diperkirakan akan tumbuh 4,9%. Namun, outlook ekonomi ASEAN direvisi menjadi 4,5%.

“[Proyeksi PDB yang lebih rendah untuk ASEAN] disebabkan oleh dampak lemahnya permintaan eksternal di Singapura dan Vietnam,” tambah Toshio.

AMRO juga meningkatkan estimasi pertumbuhan ekonomi negara Plus-3 (Jepang, Korea, Tiongkok, dan Hong Kong) yang sebelumnya 4,5% menjadi 4,6% untuk 2023.

“Pertumbuhan ekonomi negara Plus-3 mencerminkan tingginya pariwisata inbound dan permintaan dalam negeri yang umumnya didorong oleh Hong Kong dan Jepang,” ucap Toshio.

Ekonomi Jepang diperkirakan akan stabil di angka kisaran 1%. PDB Jepang diestimasikan akan naik 1,4% pada tahun 2023, dan tumbuh 1,1% di tahun berikutnya. Ekonomi Jepang di tahun 2022 tumbuh 1%.

Toshio juga turut membahas pasar perumahan di kawasan ASEAN+3.

“Biaya material konstruksi dan tenaga kerja telah meningkat signifikan. Ini menyebabkan tingginya harga rumah dan berdampak pada pasar perumahan, membuat harga rumah menjadi mahal,” jelasnya.

“Sebagian besar bank sentral telah memperketat kebijakan moneternya untuk mengatasi inflasi.  Suku bunga kredit juga meningkat, membuat harga rumah semakin tidak terjangkau terutama bagi masyarakat berpendapatan menengah ke bawah,” kata Toshio.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia