Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Dinilai Jauh Lebih Baik Dibandingkan Periode 2019-2020

Penulis : Grace El Dora
8 Nov 2023 | 21:06 WIB
BAGIKAN
Warga menukarkan mata uang dolar AS di sebuah gerai money changer di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj/aa)
Warga menukarkan mata uang dolar AS di sebuah gerai money changer di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj/aa)

JAKARTA, investor.id – Kondisi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bulan terakhir dinilai masih jauh lebih baik dibandingkan pelemahan yang terjadi pada periode 2019-2020.

“Kalau dilihat tahun 2019-2020 itu jauh lebih parah dibanding yang terjadi saat ini. Sebetulnya, rupiah adalah mata uang yang performanya cukup terjaga dibanding mata uang lainnya secara year to date (YTD),” ungkap Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam catatan Rabu (8/11).

Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) menjadi 6%. Kenaikan suku bunga ini berdampak terhadap berbagai sektor mulai dari properti, asuransi, sampai kredit yang disalurkan perbankan.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, lanjutnya, perlu dipahami kenaikan suku bunga dilakukan untuk memperkuat kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak ketidakpastian global. Ini juga sebagai langkah preemptive dan forward looking untuk mitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor.

“BI melakukan tindakan preemptive dan forward looking di tengah ketidakstabilan global. BI ingin mendukung kestabilan nilai rupiah di tengah volatilitas yang tinggi,” imbuhnya.

Ia mengatakan volatilitas tinggi ini bisa dilihat dari angka imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang sedang ada di angka 5%, tertinggi sejak 2007, sehingga BI tidak bisa lagi menahan suku bunga.

Selain itu, belum lagi ditambah kabar dari Federal Reserve (Fed) yang hendak melakukan jeda dan tidak akan menaikkan suku bunga.

Sikap The Fed ini mempengaruhi bank sentral di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Meskipun begitu, penahanan suku bunga oleh bank sentral tidak serta merta membuat pihaknya segera menurunkan suku bunga acuan.

Pada penutupan perdagangan hari ini, mata uang rupiah melemah sebesar 14 poin atau 0,09% ke level Rp 15.650 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 15.636 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu turut melemah ke posisi Rp 15.629 dari sebelumnya Rp 15.593 per dolar AS.

Sikap wait and see dari para investor yang menantikan pidato Gubernur Fed Jerome Powell pada hari ini dan Kamis (9/11) turut memberikan sentimen terhadap pelemahan rupiah

Sebelum Powell, beberapa pejabat Fed termasuk Gubernur Michelle Bowman, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, dan Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mencatat inflasi masih terlalu tinggi, dan suku bunga berpotensi naik lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

“Bahkan, jika The Fed berhenti sejenak, diperkirakan akan mulai memangkas suku bunga pada pertengahan tahun 2024,” ujar Ibrahim.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia