The Fed Akan Hati-hati Menyeimbangkan Inflasi dan Pertumbuhan
Fokus Inflasi
Sebagai informasi, The Fed telah mempertahankan suku bunga sejak Juli, sekitar empat bulan. Kemudian dalam dua putaran pengetatan kebijakan terakhir, The Fed menurunkan suku bunga acuan pada Juli 2019, tujuh bulan setelah mencapai puncaknya, dan pada September 2007, 15 bulan setelah mencapai tingkat tertinggi untuk siklus tersebut.
Namun, The Fed tidak menangani lonjakan inflasi pada saat itu. Para pembuat kebijakan juga telah mengatakan, keputusan mereka tentang berapa lama mempertahankan suku bunga saat ini akan bergantung pada bagaimana inflasi berperilaku, dengan kemajuan berkelanjutan menuju target 2% sebagai syarat yang diperlukan untuk setiap perubahan.
“Apa yang saya cari adalah bukti yang berkelanjutan mengenai inflasi yang terus menurun. Data saat ini sangat beragam. Saat ini, dengan bersabar adalah keseimbangan yang tepat,” tutur Presiden Fed Boston Susan Collins minggu lalu.
Namun, jika semboyan pada pertemuan terakhir adalah "hati-hati" - Powell menggunakan semboyan tersebut sebanyak delapan kali dalam konferensi pers 1 November – dukungan untuk pendekatan tersebut kemungkinan besar telah meningkat, sejak saat itu.
Data Oktober menunjukkan harga konsumen datar pada basis month-to-month, penjualan ritel sedikit menurun, dan perusahaan-perusahaan hanya menambah 150.000 lapangan pekerjaan. Ini jumlah yang lebih sesuai dengan kinerja ekonomi sebelum pandemi virus corona.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






