Kamis, 14 Mei 2026

Kedubes Iran Kenang Kedatangan Presiden Raisi ke Indonesia Saat Jalin Kerja Sama

Penulis : Windarto
21 Mei 2024 | 18:38 WIB
BAGIKAN
Warga Iran memegang poster Presiden Iran Ebrahim Raisi saat upacara berkabung untuknya di alun-alun Vali-e-Asr di pusat kota Teheran, Iran pada Senin (20/5/2024). (Foto: AP/Vahid Salemi)
Warga Iran memegang poster Presiden Iran Ebrahim Raisi saat upacara berkabung untuknya di alun-alun Vali-e-Asr di pusat kota Teheran, Iran pada Senin (20/5/2024). (Foto: AP/Vahid Salemi)

JAKARTA, investor.id - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan kabar duka dan kesedihan mendalam atas meninggalnya Presiden Republik Islam Iran (Iran) Ayatollah Seyed Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Iran Dr. Hossein Amir Abdollahian, dan dua pejabat lainnya dalam kecelakaan udara, 19 Mei 2024.

Rombongan presiden ini sejatinya akan menghadiri peresmian bendungan “Ghiz Ghalesi”, sebagai bagian dari koridor transit Aras (koridor jalan dan rel kereta api sepanjang 107 km).

Proyek ini merupakan proyek bersama dua negara, Iran dan Azerbaijan. Bendungan ini berada di titik nol daerah perbatasan kedua negara yang terletak di Sungai Aras. tetapi rombongan presiden dalam perjalanan ke kota Tabriz – Iran, mengalami kecelakan udara.

ADVERTISEMENT

Peristiwa menyedihkan ini terjadi di saat hanya tinggal dua hari lagi menjelang peringatan kunjungan Presiden Raisi Iran ke Indonesia yaitu pada tanggal 23-24 Mei 2023; Sebuah perjalanan yang dianggap sebagai titik bersejarah perkembangan lebih lanjut hubungan antara dua negara besar Islam Iran dan Indonesia.

Dalam kunjungan ini, telah ditandatangani 10 nota kesepahaman yang sebagian besar sedang dilaksanakan dan sebagian lagi sedang dalam tahap koordinasi.

Berkaitan dengan posisi presiden Iran, berdasarkan pasal seratus tiga puluh satu (131) Konstitusi Republik Islam Iran, dalam hal dan kondisi Presiden meninggal dunia, Wakil Presiden Pertama dengan persetujuan Pimpinan Agung, mengambil alih kendali kekuasaan eksekutif.

Kemudian dewan yang terdiri dari Ketua Parlemen, Ketua Kekuasaan Yudikatif dan Wakil Presiden Pertama dibentuk dengan tujuan mempersiakan platform yang diperlukan untuk menyelenggarakan pemilihan umum presiden dalam jangka waktu paling lama lima puluh (50) hari.

Karena itu, Mohammad Mokhbar, Wakil Presiden Pertama Iran kini telah menjabat sebagai Ketua Kekuasaan Eksekutif sejak kemarin (20 Mei 2024) dengan persetujuan Ayatollah Seyed Ali Khamenei Pemimpin Agung Republik Islam Iran .

Meskipun Presiden Iran syahir dalam peristiwa tersebut, roda pemerintahan Iran tetap berjalan dan tidak terganggu.

Selain itu, dukungan dan sikap Iran tidak ada perubahan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Meskipun peran Ayatollah Seyed Raisi selaku presiden dan Dr. Amir Abdollahian sebagai Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran sangat sentral dalam memperkuat poros perlawanan dan mendukung rakyat Palestina yang tertindas, khususnya selama delapan bulan yang lalu.

“Atas nama Pemerintah, bangsa keluarga besar Kedutaan Besar Republik Islam Iran, kami ingin ucapkan terimakasih dan apresiasi atas berbagai pesan belasungkawa dan solidaritas dari pemerintah dan masyarakat Republik Indonesia berkaitan dengan insiden ini,” menutup keterangan.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 35 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 46 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia