Putin Akui Inflasi Jadi Sinyal yang Mengkhawatirkan untuk Ekonomi Rusia
Putin menyalahkan sanksi internasional atas kenaikan harga. Tetapi ia tampaknya mengkritik bank sentral, dengan mengatakan para ahli telah menyarankan cara lain dapat digunakan untuk menjinakkan inflasi, di luar suku bunga.
“Tentu saja, pembatasan eksternal, sanksi, dan sebagainya juga berdampak sampai batas tertentu. Itu tidak terlalu penting, tetapi tetap tercermin dalam satu atau lain cara (dalam kenaikan harga), karena membuat logistik menjadi lebih mahal. Tetapi ada juga (faktor) subjektif, dan ada kekurangan kita. Kita seharusnya membuat keputusan yang tepat waktu ini. Ini adalah hal yang tidak menyenangkan dan buruk, pada kenyataannya, kenaikan harga, tetapi saya berharap bahwa, secara umum, dengan mempertahankan indikator ekonomi makro, kita akan mengatasinya juga,” kata kepala negara itu, menurut komentar yang dilaporkan oleh kantor berita Tass dan diterjemahkan oleh Google.
Ia menambahkan, pemerintah dan bank sentral Rusia ditugaskan untuk memberikan “pendaratan lunak” kebijakan ke ekonomi riil, yang menurutnya berjalan dengan baik secara keseluruhan dan dapat mencapai pertumbuhan 3,9%-4% tahun ini.
Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) telah memperkirakan Rusia akan mencapai pertumbuhan 3,6% tahun ini, sebelum melambat menjadi pertumbuhan 1,3% pada 2025.
“Perlambatan tajam (diperkirakan), seiring dengan melambatnya konsumsi dan investasi swasta di tengah berkurangnya pengetatan di pasar tenaga kerja dan pertumbuhan upah yang lebih lambat,” jelas organisasi internasional tersebut.
Pada Kamis (19/12/2024), Putin memperkirakan pertumbuhan ekonomi Rusia akan mencapai 2%-2,5% tahun depan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






