Jumat, 15 Mei 2026

Pejabat Azerbaijan Sebut Pesawat Jatuh karena Ditembak

Penulis : Grace El Dora
27 Des 2024 | 23:37 WIB
BAGIKAN
Tiga puluh delapan dari 67 penumpang pesawat Azerbaijan Airlines tewas dalam kecelakaan itu. (Foto: AP)
Tiga puluh delapan dari 67 penumpang pesawat Azerbaijan Airlines tewas dalam kecelakaan itu. (Foto: AP)

ISTANBUL, investor.id – Pejabat senior pemerintah Azerbaijan menyebut pesawat Azerbaijan Airlines jatuh karena ditembak. Pihaknya mengonfirmasi kabar yang beredar soal kemungkinan alasan pesawat tersebut jatuh di Aktau, Kazakhstan pada Rabu (25/12/2024).

Pihaknya mengatakan, jatuhnya pesawat maskapai milik pemerintah itu disebabkan oleh misil Rusia.

Baca juga: Indonesia Kirim Dua Pesawat Bawa 50,5 Ton Bantuan Korban Gempa Vanuatu

Hal ini disampaikan setelah media Azerbaijan, dengan mengutip sumber pemerintah, melaporkan hasil penyelidikan awal. Temuan menunjukkan pesawat nahas itu terkena serangan sistem rudal Pantsir saat mendekati tujuan penerbangannya, Grozny, di Chechnya.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan itu, sistem komunikasi pesawat lumpuh akibat sistem pertahanan elektronik Rusia, sehingga pesawat tersebut menghilang dari radar selama di kawasan udara Rusia. Pesawat tersebut baru muncul kembali di radar ketika berada di atas Laut Kaspia, demikian laporan tersebut.

Baca juga: Rusia Ingatkan Agar Tak Berspekulasi Soal Penyebab Jatuhnya Pesawat Azerbaijan Airlines

Pesawat Embraer 190 milik Azerbaijan Airlines yang membawa 67 penumpang dari Baku, ibu kota Azerbaijan, ke Grozny di Chechnya, Rusia jatuh sekitar tiga kilometer (km) dari kota Aktau di pesisir Laut Kaspia, Kazakhstan, Rabu.

Pejabat Azerbaijan Sebut Pesawat Jatuh karena Ditembak
Kecelakaan Azerbaijan Airlines masih dalam penyelidikan karena gambar pesawat yang jatuh tampak memperlihatkan lubang pecahan peluru. (Foto: Reuters)

Menurut otoritas Kazakhstan, sebanyak 38 orang tewas dalam kejadian tersebut, sementara 29 lainnya selamat. Pemerintah Azerbaijan dan Kazakhstan juga telah memulai penyelidikan terhadap kecelakaan pesawat itu.

Baca juga: Korban Selamat Kecelakaan Pesawat Sebut Ada Ledakan

Azerbaijan Airlines dan dinas transportasi udara federal Rusia sama-sama menyatakan menurut penyelidikan awal yang dikutip kantor berita Anadolu, Jumat (27/12/2024). Kemungkinan pesawat tersebut jatuh karena bertabrakan dengan sekawanan burung saat mengudara.

Namun, gambar-gambar yang diambil di lokasi jatuhnya pesawat memperlihatkan adanya kerusakan berupa lubang-lubang berukuran besar pada bagian ekor pesawat. Ini yang menimbulkan spekulasi pesawat telah terkena serangan.

Baca juga: 32 Orang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat Azerbaijan

Sementara itu pada Kamis (26/11/2024), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, menolak mengomentari laporan media yang menyebut pesawat tersebut jatuh karena serangan dari luar pesawat. Peskov pun mendesak semua pihak menunggu hasil penyelidikan resmi selesai.

                                                      

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia