Trump Sebut Diktator Zelensky untuk Gerak Cepat atau Kehilangan Ukraina
WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai "diktator". Ia memperingatkan, Zelensky harus bergerak cepat untuk mengamankan perdamaian atau berisiko kehilangan negaranya, memperdalam perseteruan antara kedua pemimpin tersebut yang telah membuat khawatir para pejabat Eropa.
Serangan luar biasa tersebut ditembakkannya sehari setelah Trump mengklaim Ukraina harus disalahkan atas serangan Rusia pada 2022. Ini meningkatkan kekhawatiran di antara sekutu AS di Eropa bahwa pendekatan Trump untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina dapat menguntungkan Rusia.
Kurang dari sebulan menjabat sebagai presiden, Trump telah mengubah kebijakan AS tentang perang tersebut. Dengan demikian, AS mengakhiri kampanye untuk mengisolasi Rusia melalui panggilan telepon Trump-Putin dan pembicaraan antara pejabat senior AS dan Rusia yang telah mengesampingkan Ukraina.
"Seorang Diktator Tanpa Pemilihan Umum, Zelensky sebaiknya bergerak cepat atau dia tidak akan punya Negara lagi," tulis Trump di media sosial menggunakan ejaan alternatif untuk nama presiden Ukraina tersebut, lapor Reuters, Jumat (21/2/2025).
Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina Andrii Sybiha mengatakan tidak seorang pun dapat memaksa negaranya untuk menyerah.
"Kami akan mempertahankan hak kami untuk hidup," ungkap Sybiha di platform media sosial X. Kemudian pada hari itu, saat berbicara kepada para investor dan eksekutif di Miami, Trump menegaskan kembali komentarnya.
Trump kembali menyebut Zelensky sebagai diktator dan menyatakan presiden Ukraina ingin memperpanjang perang untuk "menjaga agar kereta gravy tetap berjalan", yang merujuk pada bantuan militer AS.
Masa jabatan lima tahun Zelensky seharusnya berakhir pada 2024. Tetapi pemilihan umum tidak dapat diadakan berdasarkan darurat militer, yang diberlakukan Ukraina pada Februari 2022 sebagai tanggapan atas serangan Rusia.
Kemarahan Trump muncul setelah komentar Zelensky pada Selasa (18/2/2025). Pemimpin Ukraina itu mengatakan presiden AS meniru disinformasi Rusia ketika ia menegaskan Ukraina "tidak seharusnya memulai" perang, yang dimulai dengan serangan besar-besaran Rusia tiga tahun lalu.
Wakil Presiden AS JD Vance pada hari Rabu memperingatkan Zelenskyy agar tidak "menjelek-jelekkan" Trump.
"Semua orang yang mengenal presiden akan memberi tahu Anda itu adalah cara yang mengerikan untuk berurusan dengan pemerintahan ini," ujar Vance di kantornya di West Wing, lapor Daily Mail.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






