Jumat, 15 Mei 2026

Trump Sebut Ada Peluang Sangat Besar Gencatan Senjata Rusia dan Ukraina

Penulis : Grace El Dora
15 Mar 2025 | 22:47 WIB
BAGIKAN
Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin rapat Dewan Keamanan di kediaman Novo-Ogaryovo di luar Moskow, Rusia, Jumat (14/3/2025). (Foto: Alexei Babushkin/ Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin rapat Dewan Keamanan di kediaman Novo-Ogaryovo di luar Moskow, Rusia, Jumat (14/3/2025). (Foto: Alexei Babushkin/ Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji "peluang sangat besar" Rusia dan Ukraina untuk mencapai gencatan senjata selama 30 hari. Negosiasi ini dipimpin AS, setelah Kremlin mendukung "gagasan" gencatan senjata dengan peringatan.

"Kami telah melakukan diskusi yang sangat baik dan produktif dengan Presiden Vladimir Putin dari Rusia kemarin, dan ada peluang yang sangat besar bahwa perang yang mengerikan dan berdarah ini akhirnya dapat berakhir," kata Trump di platform media sosial Truth Social miliknya, seperti dikutip CNBC internasional, Sabtu (15/3/2025).

Pertemuan utusan AS, Steve Witkoff, dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terjadi setelah presiden Rusia itu pada Kamis (13/3/2025) tampak menyambut baik usulan gencatan senjata dengan negosiasikan AS yang telah didukung Ukraina.

ADVERTISEMENT

"Ide (gencatan senjata) itu sendiri benar dan kami tentu mendukungnya, tetapi ada beberapa masalah yang perlu didiskusikan," kata Putin pada Kamis. Ia mendesak diskusi lebih lanjut dengan AS dan kemungkinan akan melakukan panggilan telepon dengan Trump.

Putin telah menyatakan kekhawatiran gencatan senjata sementara akan memberi waktu bagi pasukan Ukraina untuk "memasok senjata" atau "melatih unit yang baru dimobilisasi" dan mempertanyakan bagaimana gencatan senjata akan ditegakkan.

Di sisi lain, Trump mengatakan Ukraina dan AS telah membahas unsur-unsur perjanjian termasuk konsesi teritorial dan aksesi Ukraina di masa depan ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Ini termasuk pembahasan nasib pembangkit listrik yang tidak disebutkan namanya, yang kemungkinan fasilitas nuklir Zaporizhzhia yang diduduki Rusia.

Kremlin mempertahankan nada hati-hati pada Jumat (14/3/2025), meskipun ada perkembangan sehari sebelumnya.

"Tentu saja ada alasan untuk bersikap optimis. (Putin) mengatakan dia mendukung posisi Presiden Trump dalam hal penyelesaian, tetapi dia menyuarakan beberapa pertanyaan yang perlu dijawab bersama," beber juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, dalam komentar yang dimuat oleh media pemerintah Rusia Tass.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia