Rupiah Melemah, Pengaruh Tarif Impor Tambahan AS Atas China
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah hari ini melemah, dipengaruhi tarif impor tambahan yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas China. Pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi pemberlakuan tarif impor tambahan sebesar 50% dari AS terhadap barang-barang dari China, sebut Analis Bank Woori Saudara Rully Nova.
“Pengenaan tarif 100% lebih (secara total 104%) terhadap China akan memukul nilai tukar emerging market, termasuk rupiah,” jelas Rully dalam catatan Rabu (9/4/2025).
Kurs rupiah hari ini melemah pada Rabu (9/4/2025) dengan penurunan 72,5 poin (0,43%) menjadi Rp 16.962,5 terhadap dolar AS, menurut data Bloomberg. Terlihat nilai tukar rupiah nyaris menuju level Rp 17.000 terhadap dolar AS.
Adapun ancaman tarif tambahan dari AS ini dilakukan setelah pemerintah China memberlakukan tarif timbal balik sebesar 34% terhadap AS. Trump juga telah mengancam China apabila tak membatalkan kenaikan tarif sebesar 34% pada Selasa (8/4/2025), maka pihak AS mengenakan tarif tambahan sebesar 50% pada negara tersebut pada hari ini.
Selain itu, semua pembicaraan dengan China terkait permintaan pertemuan mereka dengan AS akan dihentikan.
Pemberlakuan tarif 34% dari China per 10 April 2025 waktu AS nanti merupakan respons dari tarif timbal balik AS terhadap Negara Tirai Bambu tresebut, yang memberikan tarif sebesar 34% juga.
“Secara keseluruhan, tarif pemerintah AS terhadap barang impor dari China mencapai 104% yang terdiri dari bea tambahan impor sebesar 20%, tarif resiprokal 34%, dan tarif tambahan pada hari ini sebesar 50%,” sebut Rully.
Adapun pemerintah China pada Februari hingga Maret 2025 sudah mengumumkan tarif 15% untuk impor batu bara dan produk gas alam cair dari AS. Ada pula tarif 10% untuk minyak mentah, mesin pertanian, dan mobil bermesin besar.
Selanjutnya, otoritas China menetapkan tarif tambahan hingga 15% untuk impor produk pertanian utama AS termasuk daging ayam, babi, kedelai, dan daging sapi.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






