Perang Dagang Trump Menyebarkan Lebih Banyak Kesuraman Bagi Bisnis
LONDON, investor.id – Perang dagang yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebarkan lebih banyak kesuraman bagi bisnis secara global. Bisnis di berbagai industri mulai menaikkan harga, memangkas panduan keuangan, dan memperingatkan tentang meningkatnya ketidakpastian karena perang dagang mendorong kenaikan biaya, mengacaukan rantai pasokan, dan menimbulkan kekhawatiran tentang ekonomi global.
Rilis pendapatan perusahaan yang mulai keluar pada Kamis (25/4/2025) menunjukkan perusahaan-perusahaan di seluruh dunia menghadapi ketidakpastian pada kuartal I-2025. Para eksekutif mendapati diri mereka menavigasi sikap pemerintahan Trump yang terus berubah-ubah terhadap perdagangan.
Komentar dari perusahaan makanan, minuman, dan barang konsumsi kemasan terbesar juga menegaskan kekhawatiran di antara para pelaku bisnis dan investor. Mereka khawatir tarif Trump dan serangannya terhadap ketua dewan gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell akan merusak kepercayaan di Main Street.
"Kami harus mengerahkan segala daya yang kami miliki untuk mengurangi dampak tarif dalam struktur biaya dan laba rugi kami," ucap CFO Procter & Gamble Andre Schulten seperti dikutip Reuters, Jumat (25/4/2025). Sebelumnya, produsen Pampers itu mengumumkan rencana menaikkan harga guna menutupi dampak biaya tambahan dari perang tarif yang meluas.
CEO Nestle Laurent Freixe dan produsen sabun Dove Unilever juga menandai melemahnya kepercayaan konsumen AS.
Baca Juga:
Diskon Tarif Tol Bakal DievaluasiSaham AS bergerak fluktuatif pada Kamis (24/4/2025) dan penguatan dolar AS melemah. Pasalnya, investor mencoba mencermati pengumuman pemerintahan Trump yang berubah cepat tentang tarif dan kepemimpinan bank sentral AS.
Sementara sebagian besar tarif telah dihentikan selama 90 hari hingga 8 Juli 2025, tarif universal 10% dan bea masuk atas impor aluminium, baja, dan mobil tetap berlaku. Ini sama seperti pungutan besar atas barang-barang yang diimpor dari China, yang ditanggapi dengan cara serupa oleh pemerintah China.
Pemerintahan Trump akan mempertimbangkan untuk menurunkan tarif impor barang-barang China sambil menunggu perundingan antara kedua negara, kata seorang sumber kepada Reuters.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



