Hampir 100 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza Utara
LONDON, investor.id – Hampir 100 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dalam serangan darat, udara, dan laut skala besar yang dilancarkan Israel pada Jumat (16/5/2025) dini hari di Gaza utara, kata pertahanan sipil yang dikelola Hamas dan penduduk.
Pertahanan sipil mengatakan sedikitnya sembilan rumah dan tenda yang menampung warga sipil telah dibom semalam dan telah menerima puluhan panggilan dari orang-orang yang terjebak. Saksi juga melaporkan bom asap, penembakan artileri, dan tank di Beit Lahia.
Militer Israel mengatakan pihaknya "beroperasi untuk menemukan dan membongkar lokasi infrastruktur teroris" di Gaza utara dan telah "melenyapkan beberapa teroris" selama sehari terakhir. Ini menandai serangan darat terbesar di Gaza utara sejak Israel melanjutkan ofensifnya pada Maret 2025.
Basheer al-Ghandour adalah salah satu orang yang melarikan diri dari Beit Lahia ke Jabalia setelah serangan itu. Menurut laporan BBC, al-Ghandour mengatakan orang-orang sedang tidur ketika tiba-tiba pengeboman hebat terjadi pada malam hari. "Pengeboman itu datang dari segala arah. Serangan udara dan kapal perang. Rumah saudara laki-laki saya runtuh. Ada 25 orang di dalamnya," katanya seperti dikutip BBC internasional, Jumat.
Ia mengatakan, sebanyak 11 orang terluka dan lima orang tewas termasuk keponakannya yang berusia lima dan 18 tahun dan seorang keponakan laki-laki berusia 15 tahun. Ia dan yang lainnya mencoba menyelamatkan kerabatnya dari reruntuhan.
"Istri saudara laki-laki saya masih tertimbun reruntuhan. Kami tidak berhasil menyelamatkannya. Karena pengeboman yang hebat, kami harus melarikan diri. Kami tidak membawa apa pun, tidak ada perabotan, tidak ada makanan, tidak ada tepung. Kami bahkan pergi dengan kaki telanjang," ungkap al-Ghandour.
Korban selamat lainnya bernama Yousif Salem mengatakan ia dan ketiga anaknya baru saja lolos dari kematian. "Serangan udara menghantam rumah tetangga kami. Tidak ada yang selamat," ucapnya.
Menurutnya, peluru artileri mulai menghantam dekat rumah mereka saat mereka terjebak di dalam. Ketika ia mencoba pergi, sebuah pesawat tanpa awak quadcopter melepaskan tembakan. Ia melakukan upaya kedua di bawah tembakan hebat, katanya. Semua jalan diblokir, tetapi mereka berhasil menemukan jalan samping.
"Kami lolos hanya beberapa menit sebelum tank-tank Israel mengepung daerah itu," sambungnya. Menurut penduduk setempat, serangan itu dimulai dengan rentetan bom asap yang diikuti oleh tembakan artileri hebat dari posisi Israel di dekatnya.
Tank-tank kemudian mulai bergerak maju menuju lingkungan Al-Salateen di Beit Lahia barat. Saksi mata melaporkan kendaraan lapis baja Israel mengepung sebuah sekolah yang menampung ratusan warga sipil yang mengungsi.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



