Hampir 100 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza Utara
Pesawat Israel menjatuhkan selebaran Jumat dini hari di beberapa daerah di Gaza utara yang menyerukan penduduk untuk segera mengungsi dari daerah itu. Pesan tiba-tiba itu menimbulkan kekhawatiran Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memperluas operasi militernya di salah satu daerah terpadat di Gaza. Perintah evakuasi memicu kepanikan di antara keluarga-keluarga yang telah mengungsi beberapa kali sejak perang dimulai. Banyak yang tidak punya tempat lain untuk dituju.
Serangan di Gaza utara terjadi setelah serangan udara Israel menewaskan lebih dari 120 orang, sebagian besar di selatan, pada Kamis (15/5/2025).
IDF mengatakan, mereka telah menyerang lebih dari 150 target teroris di seluruh Gaza selama sehari terakhir. Itu termasuk pos rudal anti-tank, bangunan militer, dan pusat-pusat tempat kelompok-kelompok berencana untuk melakukan serangan teroris terhadap pasukan IDF. Di Gaza selatan, IDF mengatakan telah membongkar bangunan dan terowongan Hamas dan menewaskan sejumlah teroris yang menurut Israel telah berencana untuk menanam alat peledak.
Meskipun serangan udara Jumat malam yang dahsyat dan laporan kemajuan pasukan darat di sebelah barat Beit Lahia cukup signifikan, hal ini belum terlihat seperti ancaman serangan militer besar Israel.
Pemerintah Israel telah mengatakan rencana mengintensifkan operasi di Gaza dan menduduki kembali Jalur Gaza tanpa batas waktu jika Hamas tidak menerima usulan gencatan senjata sementara dan pengembalian sandera yang tersisa pada akhir perjalanan regional Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang berakhir Jumat.
Meskipun belum ada tanda-tanda terobosan dengan tim negosiasi yang masih berada di Doha, media lokal mengatakan mediator Arab telah mendesak agar ada lebih banyak waktu untuk memberi kesempatan pada perundingan.
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang disepakati pada Januari 2025 gagal ketika Israel melancarkan kembali serangan udara di Gaza pada Maret 2025. Israel juga menerapkan blokade total terhadap bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, yang telah dikecam secara luas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta negara-negara Eropa dan Arab.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



