Jumat, 15 Mei 2026

Istana Terangkan Alasan Prabowo Pilih Ketemu Putin Ketimbang Hadiri KTT G7

Penulis : Celvin M. Sipahutar
16 Jun 2025 | 16:20 WIB
BAGIKAN
Prabowo Subianto yang saat itu masih menjabat sebagai menteri pertahanan RI melakukan pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Rabu (31/7/2024). (Foto: Istimewa)
Prabowo Subianto yang saat itu masih menjabat sebagai menteri pertahanan RI melakukan pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Rabu (31/7/2024). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Istana menerangkan alasan Presiden Prabowo Subianto yang tak memenuhi undangan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 2025 di Kanada. Presiden Prabowo memilih untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kepala Kantor Komunikasi Presiden (Presidential Communication Office/ PCO) Hasan Nasbi mengatakan, Presiden Prabowo absen di KTT G7 karena harus memenuhi undangan dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025.

Adapun KTT G7 digelar pada 16-17 Juni 2025, kata Hasan, bentrok dengan kunjungan kenegaraan presiden ke Rusia. Oleh karena itu, presiden tak bisa mendatangi kedua agenda tersebut sekaligus. Dikatakan, presiden memilih untuk datang ke Rusia karena undangan yang diterima datang lebih dulu yaitu sejak Maret atau April 2025, sementara undangan dari Kanada untuk G7 baru diterima awal Juni 2025.

Meski demikian, kepala negara tetap menghargai undangan G7 dari Kanada. Menurutnya, undangan tersebut menandakan Indonesia memiliki posisi kuat di kancah global.

ADVERTISEMENT

"Nah, undangan dari pemerintah Rusia untuk menghadiri St. Petersburg International Economic Forum mungkin sudah dari beberapa bulan yang lalu. Mungkin sudah dari bulan Maret atau April, dan sudah dipersiapkan lama. Presiden juga akan berpidato di sana. Waktunya bentrok, waktunya beririsan dengan waktu pelaksanaan G7 Summit di Kanada," jelas Hasan di kantor PCO, Jakarta, Senin (16/6/2025).

Hasan menuturkan, Presiden Prabowo mengutamakan komitmen-komitmen yang telah dibuat lebih dulu. Sebelum bertolak ke Rusia, kepala negara juga menyambangi Singapura untuk menghadiri Annual Leaders Retreat dengan Perdana Menteri (PM) Lawrence Wong sekaligus meneken berbagai kerja sama strategis.

"Karena komitmen dengan Rusia sudah dibuat jauh-jauh hari, komitmen dengan pemerintah Singapura juga sudah dibuat. Ini kan jadwal tahunan dan juga sudah dipersiapkan lama," imbuh Hasan.

Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Hasan membantah anggapan absennya Prabowo di G7 karena Indonesia memilih untuk mendekati Rusia daripada negara barat. Ia menekankan, Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif sehingga tidak condong ke blok mana pun. Indonesia, katanya, siap aktif di berbagai forum global demi kepentingan nasional.

Sebagai contoh, ia menyinggung keanggotaan di BRICS yang berisikam negara-negara dengan perekonomian berkembang pesat meliputi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan Namun, di sisi lain, Indonesia terus mengupayakan untuk menjadi anggota OECD yang notabene banyak diisi oleh negara-negara Barat.

"Jadi dalam pendirian politik kita yang bebas aktif, kita tidak akan condong ke salah satu blok. Kita akan bergabung ke blok ekonomi. Ingat blok ekonomi. Kita enggak akan masuk ke dalam blok militer, blok pertahanan. Kita masuk dalam blok ekonomi selama itu menguntungkan buat bangsa kita," tandasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 51 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 55 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia