Jumat, 15 Mei 2026

Laporan Inflasi AS Akan Jadi Petunjuk Dampak Tarif Trump

Penulis : Grace El Dora
15 Jul 2025 | 10:06 WIB
BAGIKAN
Sebuah truk bermuatan produk pertanian dari Meksiko dan Kanada melewati Pharr, Texas, Amerika Serikat (AS) pada 4 Maret 2025. (Foto: AP/ Eric Gay)
Sebuah truk bermuatan produk pertanian dari Meksiko dan Kanada melewati Pharr, Texas, Amerika Serikat (AS) pada 4 Maret 2025. (Foto: AP/ Eric Gay)

JAKARTA, investor.id – Laporan inflasi Amerika Serikat (AS) pada Juni 2025 akan lebih dicermati daripada data pokoknya, terutama apakah tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump mulai berdampak. Indeks harga konsumen (CPI) AS akan dirilis Selasa pukul 08.30 ET (Rabu WIB), diperkirakan akan menunjukkan peningkatan pada pembacaan inflasi utama dan inflasi inti, dengan angka inti masih jauh di atas target The Federal Reserve (The Fed).

Namun, yang akan sangat penting adalah sejauh mana tarif Trump memengaruhi harga dan berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi.

“Juni adalah pembacaan pertama (ketika) tarif ini benar-benar akan mulai terasa dampaknya secara nyata,” kata Chris Hodge selaku kepala ekonom AS di Natixis CIB Americas seperti dikutip CNBC internasional, Selasa (15/7/2025).

ADVERTISEMENT

CPI, yang mengukur sekeranjang barang dan jasa secara luas di seluruh perekonomian AS, diperkirakan akan menunjukkan kenaikan bulanan sebesar 0,3% untuk inflasi utama dan inflasi inti, dengan yang terakhir tidak termasuk biaya pangan dan energi yang fluktuatif. Secara tahunan, indeks CPI AS diperkirakan akan menunjukkan pembacaan inflasi utama sebesar 2,7% dan 3% untuk inflasi inti.

Bagi The Fed, kedua angka tersebut masih akan berada di atas target 2%. Ini terlepas dari langkah para pembuat kebijakan bank sentral menggunakan tolok ukur Departemen Perdagangan yang terpisah sebagai alat prakiraan utama mereka.

Lebih penting lagi, CPI akan memberikan gambaran sekilas tentang bagaimana bea masuk alias tarif Trump telah masuk ke kantong konsumen. Ketika Hodge melihat laporan tersebut, ia akan melihat dua area utama.

"Saya melihat otomotif dan pakaian jadi, dan pembacaan bulan lalu sangat rendah untuk keduanya, yang sangat berlawanan dengan apa yang Anda harapkan. Ini adalah dua sektor yang sangat sensitif terhadap kenaikan tarif," kata dia.

Faktanya, pembacaan Mei 2025 secara keseluruhan lemah dan tampaknya menunjukkan sedikit tekanan ke atas dari tarif terbatas yang mulai berlaku pada April 2025. Baik CPI utama maupun inti hanya naik 0,1% secara bulanan. Harga kendaraan baru menurun 0,3% dan harga kendaraan bekas turun 0,5%, sementara pakaian jadi turun 0,4% dan harga energi turun 1%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia