Jumat, 15 Mei 2026

USAID Tidak Temukan Bukti Hamas Mencuri Bantuan Kemanusiaan Gaza

Penulis : Happy Amanda Amalia
26 Jul 2025 | 19:46 WIB
BAGIKAN
Warga Palestina membawa karung berisi makanan dan paket bantuan kemanusiaan yang dikirim oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza di Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 25 Juni 2025. (AP Photo/Abdel Kareem Hana)
Warga Palestina membawa karung berisi makanan dan paket bantuan kemanusiaan yang dikirim oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza di Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 25 Juni 2025. (AP Photo/Abdel Kareem Hana)

Israel, yang mengontrol akses ke Gaza, mengatakan Hamas melakukan pencurian pasokan makanan dari PBB dan organisasi-organisasi lain dengan tujuan mengontrol penduduk sipil dan meningkatkan keuangan mereka.  Termasuk dengan cara mendongkrak harga barang-barang tersebut dan menjualnya kembali kepada warga sipil.

Ketika ditanya mengenai laporan USAID, militer Israel mengatakan kepada Reuters bahwa tuduhannya didasarkan pada laporan intelijen bahwa Hamas menyita kargo bantuan dengan cara secara diam-diam maupun terang-terangan, dengan menempelkan diri mereka di truk-truk bantuan.

“Laporan-laporan tersebut juga menunjukkan bahwa Hamas telah mengalihkan hingga 25% pasokan bantuan kepada para pejuangnya atau menjualnya kepada warga sipil,” kata militer Israel, seraya menambahkan bahwa GHF telah mengakhiri kendali para militan atas bantuan tersebut dengan mendistribusikannya secara langsung kepada warga sipil.

ADVERTISEMENT

Hamas pun membantah tuduhan tersebut. Seorang pejabat keamanan Hamas menyampaikan bahwa Israel telah membunuh lebih dari 800 polisi dan petugas keamanan yang berafiliasi dengan Hamas, yang berusaha melindungi kendaraan bantuan dan rute konvoi. Misi mereka juga telah dikoordinasikan dengan PBB.

Kantor berita Reuters sendiri tidak dapat memverifikasi secara independen klaim-klaim dari Hamas dan Israel, yang belum memberikan bukti kepada publik bahwa para militan telah mencuri bantuan secara sistematis.

GHF juga menuduh Hamas melakukan pencurian bantuan besar-besaran untuk mempertahankan model distribusinya. PBB dan kelompok-kelompok lain pun telah menolak seruan dari GHF, Israel dan AS untuk bekerja sama dengan yayasan tersebut, karena melanggar prinsip-prinsip netralitas kemanusiaan internasional.

Menanggapi permintaan komentar, GHF memberikan Reuters sebuah artikel Washington Post pada 2 Juli 2025, yang mengutip pernyataan pejabat Gaza dan pejabat Israel bahwa Hamas mengambil untung dari penjualan dan pengenaan pajak atas bantuan kemanusiaan yang dicuri.

Diperintah Laporkan Kehilangan

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia