USAID Tidak Temukan Bukti Hamas Mencuri Bantuan Kemanusiaan Gaza
Sebanyak 156 laporan pencurian atau kehilangan perbekalan yang dikaji oleh BHA diajukan oleh badan-badan PBB dan kelompok-kelompok kemanusiaan lain, yang bekerja di Gaza sebagai syarat untuk mendapatkan dana bantuan dari Amerika.
Menurut sumber, setelah menerima laporan tentang pencurian atau kehilangan bantuan yang didanai AS, staf USAID menindaklanjuti dengan organisasi-organisasi mitra untuk mencoba menentukan apakah ada keterlibatan Hamas.
“Organisasi-organisasi tersebut juga akan mengalihkan atau menghentikan sementara distribusi bantuan, jika mereka mengetahui bahwa Hamas berada di sekitar lokasi,” kata sumber tersebut.
Di samping itu, organisasi-organisasi bantuan yang bekerja di Gaza juga diwajibkan untuk memeriksa personil, sub-kontraktor, dan pemasok mereka apakah memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok ekstremis sebelum menerima dana dari AS. Syarat ini kemudian dikecualikan oleh Deplu AS saat menyetujui dana sebesar US$ 30 juta untuk GHF pada bulan lalu.
Lembaran pemaparan mencatat bahwa para mitra USAID cenderung melaporkan secara berlebihan pengalihan dan pencurian bantuan oleh kelompok-kelompok yang diberi sanksi atau ditetapkan oleh AS sebagai organisasi teroris asing - seperti Hamas dan Jihad Islam Palestina - karena mereka ingin menghindari kehilangan dana AS.
“Dari 156 insiden kehilangan atau pencurian yang dilaporkan, 63 di antaranya dikaitkan dengan pelaku yang tidak dikenal, 35 dengan pelaku bersenjata, 25 dengan orang tak bersenjata, 11 secara langsung dengan aksi militer Israel, 11 dengan subkontraktor yang korup, lima dengan personil kelompok yang terlibat dalam kegiatan korup, dan enam dengan ‘lainnya’, sebuah kategori yang mencakup komoditas yang dicuri dalam situasi yang tidak diketahui,” demikian menurut lembaran presentasi tersebut.
Lembaran presentasi berikut menunjukkan bahwa para pelaku bersenjata itu termasuk geng dan individu-individu lain yang mungkin memiliki senjata. Sementara lembaran pemaparan lain mengatakan tinjauan terhadap 156 insiden tidak menemukan adanya afiliasi dengan organisasi teroris asing yang ditetapkan AS, di mana Hamas adalah salah satunya.
“Mayoritas insiden tidak dapat secara definitif dikaitkan dengan aktor tertentu. Para mitra sering kali menemukan bahwa komoditas tersebut telah dicuri dalam perjalanan tanpa mengidentifikasi pelakunya. Ada kemungkinan laporan intelijen rahasia mengenai pencurian bantuan Hamas, namun staf BHA kehilangan akses ke sistem rahasia dalam pembubaran USAID,” katanya.
Namun, menurut sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tidak mengetahui adanya laporan intelijen AS yang merinci pengalihan bantuan Hamas, dan AS hanya mengandalkan laporan Israel.
Analisis BHA menemukan bahwa militer Israel secara langsung atau tidak langsung menyebabkan total 44 insiden di mana bantuan yang didanai AS hilang atau dicuri. Termasuk di dalamnya 11 insiden yang disebabkan oleh tindakan militer Israel secara langsung, seperti serangan udara atau perintah kepada warga Palestina untuk mengungsi dari daerah kantong yang dilanda perang.
“Kerugian yang secara tidak langsung dikaitkan dengan militer Israel itu, termasuk kasus-kasus di mana mereka memaksa kelompok-kelompok bantuan untuk menggunakan rute pengiriman dengan risiko pencurian atau penjarahan yang tinggi, mengabaikan permintaan untuk rute alternatif,” demikian hasil analisis tersebut.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




