Jumat, 15 Mei 2026

Ancaman Penalti Trump Himpit India Gara-gara Minyak Rusia

Penulis : Grace El Dora
4 Aug 2025 | 21:06 WIB
BAGIKAN
Anjungan minyak di dekat Usinsk, 1500 kilometer (km) timur laut Moskow, Rusia pada 10 September 2011. (Foto: AP/Dmitry Lovetsky)
Anjungan minyak di dekat Usinsk, 1500 kilometer (km) timur laut Moskow, Rusia pada 10 September 2011. (Foto: AP/Dmitry Lovetsky)

"Jika orang atau negara berhenti membeli pada tahap itu, harga minyak akan naik menjadi 130 bpd. Dalam situasi seperti itu, kami disarankan, termasuk oleh teman-teman kami di Amerika Serikat, untuk membeli minyak Rusia, tetapi dalam batasan harga," kata dia.

Ekspor minyak Rusia telah dibatasi pada level US$ 60 per barel pada Desember 2022 oleh negara-negara G7, yang mewakili ekonomi-ekonomi teratas dunia, sementara Uni Eropa (UE) telah menurunkan batasan harga menjadi sedikit di atas US$ 47 per barel pada Juli 2025.

Namun, tekanan semakin meningkat. Direktur Pelaksana di Mizuho Securities Vishnu Varathan mengatakan ancaman AS menghadirkan bahaya yang nyata bagi India. Ia mengatakan, pemerintah India kemungkinan tetap tidak akan berkomitmen pada pembelian minyak karena menilai kompromi dari opsi Rusia ini sebagai alat tawar-menawar.

ADVERTISEMENT

India perlu menjelajahi pasar global untuk mendapatkan tawaran minyak yang sebanding dengan minyak Rusia, tambah Varathan, yang juga merupakan kepala riset makro untuk Asia kecuali Jepang.

Otoritas India dapat menjajaki alternatif impor minyak, termasuk Iran, jika pengecualian dari AS dapat dinegosiasikan. Ada pula beberapa produsen lain baik di dalam, maupun di luar OPEC+, yang telah ditekan oleh AS.

Sementara itu blok OPEC+ telah sepakat meningkatkan produksi sebesar 547.000 bpd pada September 2025, karena meningkatnya kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan yang terkait dengan Rusia.

India akan menghadapi pilihan yang sulit, kata McNally dari Rapidan. Trump serius, kata dia. Presiden AS itu kini frustrasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kali ini India akan menghadapi pilihan berat. Namun, sulit membayangkan India terus mengimpor satu setengah juta barel minyak mentah Rusia jika Trump memutuskan untuk benar-benar mempertaruhkan seluruh hubungan AS dengan India demi hal itu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia