Jumat, 15 Mei 2026

PM India ke China Seiring Mencuatnya Ketegangan dengan AS

Penulis : Grace El Dora
6 Aug 2025 | 23:46 WIB
BAGIKAN
Perdana Menteri India Narendra Modi di Chequers, dekat Aylesbury, Inggris, Kamis (24/7/2025). (Foto: AP/ Kin Cheung)
Perdana Menteri India Narendra Modi di Chequers, dekat Aylesbury, Inggris, Kamis (24/7/2025). (Foto: AP/ Kin Cheung)

Dampak Ekspor

Para pejabat AS dan India mengatakan kepada Reuters bahwa perpaduan antara kesalahan penilaian politik, sinyal yang terlewat, dan kepahitan telah menggagalkan negosiasi kesepakatan perdagangan antara kedua negara dengan ekonomi terbesar dan kelima terbesar di dunia, yang perdagangan bilateralnya bernilai lebih dari US$190 miliar.

India memperkirakan tindakan keras Trump dapat menghilangkan keunggulan kompetitifnya dalam hal barang senilai sekitar US$ 64 miliar yang dikirim ke AS. Ini mencakup 80% dari total ekspornya, mengutip penilaian internal pemerintah sumber terpisah kepada Reuters.

ADVERTISEMENT

Namun, pangsa ekspor yang relatif rendah dalam ekonomi India yang bernilai US$ 4 triliun diperkirakan akan membatasi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pada Rabu, Bank Sentral India (Reserve Bank of India/ RBI) tidak mengubah proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) untuk tahun fiskal April-Maret saat ini di angka 6,5% dan mempertahankan suku bunga tetap meskipun terdapat ketidakpastian tarif.

Laporan penilaian pemerintah India telah mengasumsikan penalti 10% untuk pembelian minyak Rusia, yang akan menjadikan total tarif AS menjadi 35%, kata sumber tersebut.

Laporan penilaian internal tersebut merupakan perkiraan awal pemerintah dan akan berubah seiring dengan kejelasan jumlah tarif yang diberlakukan Trump, ujar keempat sumber tersebut.

India diperkirakan mengekspor barang senilai sekitar US$ 81 miliar ke AS pada 2024.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia