Jumat, 15 Mei 2026

AS Berencana Ambil Alih Operasi Bantuan Kemanusiaan Gaza

Penulis : Grace El Dora
6 Aug 2025 | 23:57 WIB
BAGIKAN
Seorang anak membawa kayu bakar di tengah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel di bagian utara Kota Gaza, Palestina (24/6/2025). (ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/bar.)
Seorang anak membawa kayu bakar di tengah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel di bagian utara Kota Gaza, Palestina (24/6/2025). (ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/bar.)

ISTANBUL, investor.id – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana mengambil alih operasi bantuan kemanusiaan Gaza. Menurutnya, Israel tidak menangani upaya tersebut secara memadai, kata pejabat AS dan Israel.

Utusan AS Steve Witkoff dan Presiden Trump membahas peran AS yang kian meningkat selama pertemuan mereka di Gedung Putih pada Senin (4/8/2025) malam, sebut sumber yang dikutip Axios seperti dikutip Anadolu, Rabu (6/8/2025).

Pertemuan itu dilakukan setelah kunjungan Witkoff ke Gaza pekan lalu. Di sana, dirinya menghabiskan lebih dari lima jam untuk menilai kondisi di lapangan, kata Departemen Luar Negeri AS.

ADVERTISEMENT

Seorang pejabat AS mengatakan Trump tidak senang mengambil alih operasi bantuan tersebut, tetapi mengatakan tampaknya tidak ada cara lain.

Pemerintahan Trump membuat keputusan itu karena meyakini Israel belum menangani situasi tersebut secara memadai, kata seorang pejabat AS.

Pejabat itu menggambarkan kekhawatiran Trump yang semakin besar, dengan mengatakan: "Masalah kelaparan di Gaza semakin parah. Donald Trump tidak menyukainya. Dia tidak ingin bayi-bayi kelaparan," kata dia

Negara-negara Teluk seperti Qatar akan menyumbang dana.Sementara Yordania dan Mesir kemungkinan akan ikut berpartisipasi, kata sejumlah sumber.

Seorang pejabat Israel mengatakan pemerintah Israel mendukung perluasan peran AS dalam operasi bantuan tersebut.

Yayasan Kemanusiaan Gaza kontroversial yang didirikan oleh Israel pada Februari 2025 dengan dukungan AS itu saat ini mengelola distribusi bantuan di wilayah kantong Palestina tersebut.

Sejak akhir Mei 2025, saat yayasan itu mulai beroperasi, lebih dari 1.300 orang telah terbunuh saat mengakses bantuan. Sementara itu, sedikitnya 188 orang, termasuk 94 anak-anak, telah meninggal karena kelaparan, dan lebih dari 61.000 orang tewas dalam perang genosida Israel sejak Oktober 2023.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia