Teknologi AI China Ancam Dominasi Kapal Selam Perang Laut
MOSKOW, investor.id – Pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) menurunkan peluang kapal selam untuk selamat dalam pertempuran laut menjadi hanya 5%, lapor South China Morning Post.
Mengutip sebuah penelitian di China, surat kabar itu menyebutkan tim ilmuwan yang dipimpin insinyur senior Meng Hao dari Institut Penelitian dan Pengembangan Helikopter China pada Agustus 2025 mengembangkan sistem pertahanan anti-kapal selam berbasis AI yang mampu melacak kapal selam, bahkan yang paling senyap.
Kemampuan tersebut menurunkan peluang kapal selam untuk bertahan dari serangan hingga 5%. Artinya hanya satu dari 20 kapal selam yang bisa lolos dari pelacakan dan serangan, menurut laporan yang dikutip Sputnik, Selasa (16/9/2025).
Sistem AI yang dikembangkan ilmuwan China tersebut mengumpulkan data dari sonobuoy yang digunakan untuk melacak sinyal bawah laut, sensor bawah laut, radar, serta informasi tentang suhu dan kadar garam air. Sistem itu kemudian menentukan bagaimana menyesuaikan peralatan dan memberi respons ketika kapal selam mencoba kabur dengan ber-zig-zag, diam, atau mengirimkan sinyal palsu.
Adapun dalam simulasi komputer, keberhasilan sistem AI tersebut untuk melacak kapal selam musuh mencapai sekitar 95%, kata laporan itu.
Para ilmuwan memperkirakan era kapal selam tak kasatmata, yang sejak lama dianggap sebagai pilar utama kekuatan penangkal di laut, mungkin akan segera berakhir.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

