Minggu, 21 Juni 2026

Iran Berencana Tarik Tarif Lewat Selat Hormuz Sebagai Upeti

Penulis : Grace El Dora
26 Mar 2026 | 23:35 WIB
BAGIKAN
Iran susun aturan tarif Selat Hormuz hingga US$ 2 juta per kapal. Harga minyak dunia melonjak ke US$ 114 per barel akibat konflik ini.
Iran susun aturan tarif Selat Hormuz hingga US$ 2 juta per kapal. Harga minyak dunia melonjak ke US$ 114 per barel akibat konflik ini.

TEHERAN, investor.id – Parlemen Iran dikabarkan tengah menyusun rancangan undang-undang (RUU) yang akan mengenakan biaya atau tarif bagi setiap kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz dengan aman. Langkah ini memicu kekhawatiran global karena selat tersebut merupakan urat nadi distribusi minyak dunia.

Mengutip laporan kantor berita Fars, aturan ini diprediksi akan rampung pada pekan depan. Melalui undang-undang ini, Iran secara hukum ingin menegaskan pengawasan penuh atas Selat Hormuz, jalur vital yang menghubungkan produsen minyak dan gas terbesar di Teluk Persia dengan pasar internasional.

Formalisasi "Pungutan Liar" di Jalur Perang

Jalur perairan sempit ini praktis hampir tertutup sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran dimulai hampir sebulan lalu, seperti dikutip Bloomberg internasional, Kamis (26/3/2026). Selama beberapa pekan terakhir, hanya segelintir kapal yang berhasil melintas di bawah kendali ketat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mayoritas adalah kapal yang berafiliasi dengan Iran atau China.

ADVERTISEMENT

Industri pelayaran melaporkan Iran sebenarnya sudah mulai menerapkan "tarif informal" yang mencapai US$ 2 juta (sekitar Rp 31,6 miliar) per kapal.

Melalui perantara, kru kapal diminta memberikan detail kargo dan perjalanan serta membayar biaya tertentu demi jaminan keamanan. RUU yang sedang digodok ini disebut-sebut sebagai upaya Iranuntuk melegalkan praktik tersebut secara sepihak.

Kebijakan ini menempatkan perusahaan pelayaran dalam posisi sulit. Di satu sisi, mereka ingin menyelamatkan kru dan kargo yang terjebak di Teluk Persia, namun di sisi lain, membayar "upeti" tersebut berisiko melanggar sanksi internasional.

"Pada akhirnya, pertanyaannya adalah apakah Anda bisa memercayai Iran dalam hal ini," ujar Amanda Bjorn, kepala klaim di broker asuransi maritim Cambiaso Risso Asia, dalam konferensi maritim di Singapura. Ia menambahkan bahwa langkah ini mencederai prinsip kebebasan navigasi yang telah dinikmati perdagangan global selama ratusan tahun.

Akibat terganggunya arus logistik di Hormuz, produksi minyak di Teluk Persia merosot tajam. Dampaknya, harga minyak mentah dunia melonjak hingga menembus angka US$ 114 per barel awal pekan ini.

Selat Hormuz adalah salah satu chokepoint (titik jepit) maritim paling strategis di dunia, di mana sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia melintas setiap harinya.

Secara hukum internasional, Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) menjamin hak "lintas transit" bagi kapal-kapal internasional di selat yang digunakan untuk navigasi internasional, meskipun berada di laut teritorial negara pantai.

Namun, posisi Iran yang berada di bibir selat memberinya kekuatan geografis untuk memberikan tekanan politik dan ekonomi. Ketegangan terbaru ini menandai babak baru dalam konflik Timur Tengah, di mana jalur perdagangan energi kini dijadikan instrumen perang dan alat tawar politik oleh Teheran di tengah tekanan militer dari Barat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 7 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia