Sabtu, 4 April 2026

Prabowo-Lee Jae Myung Sepakati Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus RI-Korsel

Penulis : Celvin Moniaga Sipahutar
1 Apr 2026 | 16:24 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dalam pertemuan bilateral di Blue House, Seoul, Rabu (1/4/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dalam pertemuan bilateral di Blue House, Seoul, Rabu (1/4/2026). (Foto: BPMI Setpres)

SEOUL, investor.id – Indonesia dan Korea Selatan resmi meningkatkan status hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus (Special Comprehensive Strategic Partnership). Kesepakatan ini mencakup penguatan kerja sama di sektor ekonomi strategis, industri pertahanan maritim, hingga integrasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan hal tersebut usai menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, di Blue House, Seoul, Rabu (1/4/2026). Prabowo menegaskan bahwa diskusi kedua pemimpin berlangsung produktif dan menghasilkan visi bersama yang mendalam.

“Validasi hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, ditambah dengan penyelesaian beberapa kesepakatan utama, mencerminkan visi bersama yang mendalam dan mengikat kedua negara kita,” ujar Presiden Prabowo.

Advertisement

Prabowo meyakini peningkatan status ini menjadi tonggak sejarah baru bagi kedua negara. Ia menilai Indonesia dan Korea Selatan memiliki kepentingan yang identik karena latar belakang perjuangan kemerdekaan yang serupa.

“Sejarah menunjukkan bahwa kedua negara memiliki kesamaan dan kita pun memiliki kepentingan yang sama. Kedua negara harus berjuang keras untuk meraih kemerdekaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Lee Jae Myung memerinci poin-klasifikasi kerja sama yang didasarkan pada tingkat kepercayaan tinggi antar kedua negara. Di sektor ekonomi, Korea Selatan berkomitmen mendukung visi Indonesia Emas melalui partisipasi perusahaan-perusahaan Korea dalam industri strategis nasional.

Lee juga menyoroti potensi kerja sama investasi strategis melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang kini telah berkembang menjadi lembaga sovereign wealth fund kelas dunia. “Saya juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo yang telah memberikan kepedulian kepada perusahaan asal Korea Selatan,” ungkap Lee.

Di bidang pertahanan, fokus utama akan diarahkan pada penguatan industri galangan kapal guna membangun kekuatan maritim global, melanjutkan kesuksesan pengembangan pesawat tempur sebelumnya.

Sementara itu, di sektor teknologi, kedua negara berencana mengintegrasikan big data Indonesia dengan keunggulan AI Korea Selatan. Sinergi ini ditujukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan kemanusiaan melalui penguatan ekosistem digital.

“Presiden Prabowo dan saya memiliki kesamaan pandangan bahwa kebahagiaan dan kemakmuran masyarakat adalah prioritas utama di masing-masing pemerintahan kami,” pungkas Lee.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 13 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 33 menit yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 54 menit yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 1 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.
Market 1 jam yang lalu

Laba Mitratel (MTEL) Rp 2,1 Triliun

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,11 triliun tahun 2025.
International 2 jam yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia