AS Sanksi Jaringan Pengirim Minyak Iran ke China
WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan langkah tegas untuk memutus urat nadi keuangan Iran. PIhaknya secara resmi mengumumkan sanksi terhadap tiga individu dan sembilan perusahaan yang terbukti membantu pengiriman minyak Iran ke China.
Departemen Keuangan AS mengungkapkan jaringan yang terkena sanksi ini tersebar di beberapa negara, lapor Reuters, Selasa (12/5/2026). Dari sembilan perusahaan tersebut, empat berbasis di Hong Kong, empat di Uni Emirat Arab (UEA), dan satu perusahaan lainnya berlokasi di Oman.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari sanksi serupa yang dijatuhkan pada pekan lalu terhadap pihak-pihak yang membantu Iran membeli komponen senjata, termasuk suku cadang untuk pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik.
Memutus Pendanaan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC)
Sanksi yang dijatuhkan oleh Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) ini secara khusus membidik entitas yang membantu Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menjual minyak jatah mereka ke China. Jaringan ini diketahui menggunakan serangkaian perusahaan cangkang (front companies) untuk menyamarkan transaksi dan pengiriman.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan, pemerintahan Trump akan terus meningkatkan tekanan terhadap Iran.
"Departemen Keuangan akan terus memutus akses rezim Iran dari jaringan keuangan yang mereka gunakan untuk melakukan tindakan terorisme dan mengganggu stabilitas ekonomi global," ujar Bessent.
Menurut otoritas AS, IRGC yang telah dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh AS bergantung pada perusahaan bayangan untuk mengatur dan menerima pembayaran dari penjualan minyak internasional.
Tekanan Menjelang Pertemuan Trump-Xi Jinping
Pengumuman sanksi ini muncul hanya beberapa hari sebelum pertemuan penting antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Dalam pertemuan tersebut, Trump diperkirakan akan mendesak China untuk membantu menyelesaikan kebuntuan dengan Iran, termasuk upaya pembukaan kembali Selat Hormuz yang sangat krusial bagi perdagangan dunia.
Tindakan terbaru ini juga memperluas sanksi yang pernah dijatuhkan pada Juli 2025 terhadap Golden Globe. Perusahaan yang berbasis di Turki ini yang disebut mengelola penjualan minyak IRGC senilai ratusan juta dolar setiap tahun.
Ketegangan antara AS dan Iran telah lama berpusat pada upaya Washington untuk menghentikan program nuklir dan aktivitas militer Iran dengan cara melumpuhkan sumber pendapatan utamanya: ekspor minyak mentah. China, sebagai importir minyak terbesar di dunia, sering kali menjadi tujuan utama minyak Iran meskipun adanya sanksi internasional.
Penggunaan perusahaan cangkang di pusat keuangan seperti Hong Kong dan Uni Emirat Arab menjadi taktik yang umum digunakan untuk menghindari deteksi sistem perbankan global.
Dengan menjatuhkan sanksi pada entitas di negara-negara pihak ketiga ini, pemerintah AS bertujuan untuk menciptakan semacam efek jera bagi perusahaan internasional lainnya agar tidak terlibat dalam perdagangan dengan Iran. Ini juga sekaligus memperkuat posisi tawar AS dalam negosiasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK
Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%
Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital
Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.Tag Terpopuler
Terpopuler




