Trump Akan Boyong Elon Musk hingga Bos Apple ke China
WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dipastikan akan membawa rombongan elit pengusaha kelas berat dalam kunjungannya ke China pekan ini. Nama-nama besar seperti Elon Musk (Tesla/X), Tim Cook (Apple), hingga CEO Boeing Kelly Ortberg masuk dalam daftar delegasi resmi yang ikut terbang ke Beijing.
Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa. Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan kepada Reuters pada Selasa (12/5/2026), Trump memboyong para pemimpin industri strategis untuk memperkuat posisi perdagangan AS.
Selain Musk dan Cook, daftar tersebut mencakup Larry Fink (BlackRock), Stephen Schwarzman (Blackstone), serta bos dari raksasa keuangan seperti Mastercard dan Visa.
Salah satu fokus utama dalam perjalanan ini adalah sektor penerbangan. Ortberg menyatakan harapannya agar pemerintahan Trump dapat membantu mencairkan kebuntuan pesanan pesawat besar dari China yang telah lama tertunda.
Sumber industri menyebutkan, pemerintah China dan pihak Boeing tengah dalam pembicaraan intensif untuk kesepakatan yang mencakup 500 unit jet 737 MAX, ditambah puluhan pesawat berbadan lebar (widebody) yang menggunakan mesin GE Aerospace.
Jika kesepakatan ini diumumkan dalam pertemuan puncak tersebut, maka ini akan menjadi pesanan besar pertama Boeing dari China sejak 2017. Tak hanya itu, kesepakatan ini berpotensi menjadi pesanan pesawat tunggal terbesar dalam sejarah dunia penerbangan, yang tentunya akan menjadi kemenangan diplomatik dan ekonomi besar bagi pemerintahan Trump.
Nvidia Absen dari Rombongan
Menariknya, CEO Nvidia Jensen Huang dilaporkan tidak ikut serta dalam kunjungan kali ini. Meski Trump dikenal memiliki hubungan baik dengan Huang, bahkan telah mengizinkan ekspor chip AI H200 ke China, fokus kunjungan kali ini dikabarkan lebih condong pada sektor pertanian dan penerbangan komersial.
Hingga saat ini, penjualan chip canggih Nvidia ke China memang masih terkendala. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick sempat menyebutkan adanya kesulitan bagi perusahaan-perusahaan China untuk mendapatkan izin pembelian dari pemerintah mereka sendiri.
Kunjungan kepresidenan ini terjadi di saat hubungan perdagangan antara AS dan China tengah berada di titik transisi yang krusial. Setelah bertahun-tahun terlibat dalam perang tarif dan pembatasan teknologi, pemerintahan Trump kali ini tampak menggunakan pendekatan "diplomasi korporat" dengan melibatkan langsung para CEO perusahaan paling berharga di dunia.
Keterlibatan Boeing menjadi sangat krusial mengingat produsen pesawat asal AS tersebut sempat tertinggal dari pesaing utamanya, Airbus, di pasar China akibat ketegangan geopolitik dan masalah teknis pada model 737 MAX di masa lalu.
Kesepakatan yang sedang diupayakan di Beijing ini dipandang sebagai upaya "reset" besar-besaran untuk menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara, sekaligus mengukuhkan kembali dominasi industri manufaktur dan jasa keuangan AS di pasar global.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Tag Terpopuler
Terpopuler




