Masyarakat Ekonomi Digital ASEAN 2045
Dengan melihat tiga alasan tersebut, relevansi ASEAN secara politik dan ekonomi tidak bisa diremehkan, terutama mengingat populasi di kawasan ini yang masih muda dan dinamis.
Menggenjot inovasi digital sembari mengutamakan pengembangan modal manusia termasuk inklusivitas bagi kaum perempuan, anak muda, dan para penyandang disabilitas akan makin meningkatkan relevansi ASEAN di perekonomian global.
Inovasi digital akan mengubah bukan saja cara kita bekerja tetapi juga cara kita hidup dan sistem perekonomian secara keseluruhan. Dalam beberapa dekade terakhir, teknologi digital telah memperkuat konektivitas, sistem keuangan, dan akses terhadap perdagangan dan layanan publik.
Pergeseran ini juga mengubah fokus dalam perdagangan barang dan jasa – dari semula “apa yang mau dijual” menjadi “bagaimana cara menjualnya”.
Ekonomi digital sedang tumbuh pesat dan pandemi Covid-19 mempercepat proses transformasi digital. Perdagangan digital, yang mencakup pembayaran digital dan jasa pengiriman digital, bernilai US$ 4,9 triliun pada 2021 dan diperkirakan akan mencapai lebih dari US$ 10 triliun pada 2030.
Di ASEAN, perdagangan digital diperkirakan bakal naik menjadi US$ 360 miliar pada 2025 dan US$ 1 triliun pada 2030, mencakup 10% dari pasar perdagangan digital global 2030 (Statista, 2022).
Kebangkitan inovasi digital bisa dilihat dari meningkatnya e-commerce, pembayaran digital, dan munculnya model-model bisnis baru yang mengubah sistem ekonomi secara keseluruhan.
Teknologi digital dan inovasi digital bukan hanya sebuah tren, tetapi merupakan perubahan fundamental yang akan terus memengaruhi hidup kita selama puluhan tahun ke depan.
Melalui upaya-upaya ini, ASEAN bisa sepenuhnya mewujudkan potensi ekonomi digital dan menciptakan peluang-peluang baru untuk mendorong pertumbuhan dan pembangunan di kawasan.
Sebagai tambahan, meningkatnya otomatisasi, penggunaan kecerdasan buatan (AI), dan berbagai teknologi canggih lainnya juga mengubah jenis pekerjaan, sehingga memberi peluang kerja baru dan meningkatkan produktivitas karena teknologi tersebut mampu bekerja lebih cepat, lebih presisi, dan lebih akurat yang pada akhirnya mengurangi biaya produksi dan operasional.
Laporan PwC pada 2017 memperkirakan bahwa penggunaan otomatisasi dan AI akan meningkat pada 2030 dan akan menambah US$ 15,7 triliun ke perekonomian global.
Kepemimpinan Indonesia di ASEAN pada 2023 menjadi momen penting bagi kawasan karena bentuk dan arah masa depan ASEAN akan ditetapkan. Dengan menegaskan pentingnya ASEAN dan menyongsong inovasi digital menuju Masyarakat Ekonomi Digital ASEAN 2045, ASEAN bisa melangkah ke depan menuju masa depan yang lebih sejahtera dan tangguh.
*) Lili Yan Ing adalah Sekretaris Jenderal di International Economic Association (IEA) and Penasihat Senior di Southeast Asia, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).
*) Yessi Vadila adalah Spesialis Perdagangan di ERIA.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






