Listrik Desa dan Astha Cita: Energi untuk Keadilan Sosial
Listrik: Hak Dasar dan Instrumen Pembangunan
Masih banyak wilayah Indonesia yang hidup tanpa cahaya. Di daerah-daerah ini, anak-anak belajar menggunakan pelita minyak tanah, pelaku UMKM terbatas akses produksinya, dan layanan kesehatan terkendala operasional.
Akses listrik memiliki korelasi langsung terhadap indeks pembangunan manusia (IPM). Data dari UNDP menunjukkan bahwa setiap peningkatan 10% akses listrik di pedesaan dapat meningkatkan partisipasi sekolah sebesar 5-7% dan mendorong produktivitas usaha mikro hingga 25%. Dalam konteks ini, listrik bukan sekadar komoditas, melainkan alat pembangunan dan pengungkit kesejahteraan.
Ketahanan Energi
Ke depan, program elektrifikasi tidak cukup hanya mengejar kuantitas sambungan listrik. Pemerintah harus memastikan pembangunan ekosistem energi yang berkelanjutan: pelatihan teknisi lokal, kepemilikan komunitas terhadap infrastruktur, serta integrasi dengan ekonomi lokal seperti pengeringan hasil tani atau produksi rumah tangga berbasis listrik.
Pendekatan ini dapat diakselerasi melalui sinergi antara koperasi energi, BUMDes, dan program strategis seperti Koperasi Merah Putih. Desa tidak hanya menjadi konsumen energi, tetapi juga produsen dan pengelola energi berbasis potensi lokal seperti tenaga surya, mikrohidro, dan biomassa.
Menuju Indonesia Terang
Ketahanan energi sejati adalah yang terdesentralisasi, merata, dan berkeadilan. Bukan hanya tentang berapa besar megawatt yang dibangun, tetapi berapa banyak keluarga yang terbebas dari kegelapan dan bisa hidup lebih produktif.
Dalam kerangka Astha Cita, energi bukan lagi sekadar urusan teknis Kementerian, tetapi urusan konstitusional. Karena listrik di desa bukan hanya cahaya di malam hari, melainkan simbol martabat dan kemajuan bangsa.
Penutup
Membangun desa dengan listrik adalah pekerjaan sejarah. Di sanalah hadir wajah negara sejati. Kita perlu menjaga agar semangat ini tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi diteruskan dengan aksi yang konkret, terukur, dan kolaboratif.
Baca Juga:
Bersama-sama Kejar Swasembada EnergiDalam pidatonya, Bung Karno pernah berkata: “Negara yang besar bukanlah negara yang kaya, tetapi negara yang mampu membuat seluruh rakyatnya merdeka!”
Dan dalam terang listrik desa, kita menemukan bentuk kemerdekaan itu-cahaya keadilan yang menyala dari pinggiran hingga pusat.
*) Sekjen HIPMI / Ketua Umum ASPEBINDO
Editor: Emanuel
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






