Kamis, 14 Mei 2026

Tokopedia Makin Jadi Andalan Masyarakat dan UMKM untuk Jual-Beli Daring

Penulis : Abdul Muslim
6 Jan 2022 | 16:10 WIB
BAGIKAN
Pengguna bertransaks di platform Tokopedia. (IST)
Pengguna bertransaks di platform Tokopedia. (IST)

JAKARTA, investor.id - Tokopedia, perusahaan marketplace, membagikan deretan temuan menarik terkait tren jual-beli secara daring sepanjang tahun 2021. Platform teknologi Tokopedia pun dinilai semakin menjadi andalan masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga pelaku UMKM menciptakan peluang bisnis.

Tokopedia pun mencatat bahwa Medan (Sumatera Utara), Bandung (Jawa Barat), dan Kota Surabaya (Jawa Timur), menjadi kota dengan penjualan secara daring tertinggi sepanjang tahun 2021.

"Medan, Bandung, dan Surabaya menjadi beberapa contoh kota dengan penjualan paling tinggi di Tokopedia. Ini karena didorong oleh kehadiran inisiatif hyperlocal, seperti digitalisasi pasar, Kumpulan Toko Pilihan (KTP), dan lainnya," ujar VP of Corporate Affairs Tokopedia Nuraini Razak, dalam pernyatannya, Kamis (6/1).

Dia menjelaskan, inisiatif hyperlocal Tokopedia terdiri atas berbagai kegiatan turunan kampanye dan dipersonalisasi berdasarkan kebutuhan setiap daerah. Hal ini  ditujukan guna mendekatkan pembeli dengan penjual setempat agar aktivitas belanja online lebih efisien dan UMKM punya kesempatan sama untuk bertumbuh.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Verne Indonesia, pelaku UMKM kerajinan kulit dari Surabaya, yang menjadikan Tokopedia sebagai jalur utama untuk penjualan, mencatat peningkatan jumlah transaksi hampir dua kali lipat pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, kategori favorit belanja yang disukai oleh masyarakat di plafotm Tokopedia diraih oleh produk untuk kategori rumah tangga, fesyen, serta olahraga dan hobi.

“Berbagai kampanye yang dihadirkan Tokopedia telah mendorong melejitnya masing-masing kategori tersebut, seperti Home Living SALEbrations, Festival Fashion Lokal Jawa Barat, atau Tokopedia Fashion Week, Sportacular, dan lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, kategori produk yang paling diburu oleh masyarakat terutama  masker yang diperlukan di tengah pandemi Covid-19, kaos, dan sepatu sneakers. Barang-barang tersebut menjadi produk paling populer selama 2021 di Tokopedia.

Menurut Nuraini, melejitnya penjualan sepatu sneakers didorong oleh berbagai inisiatif yang dilakukan Tokopedia bersama UMKM industri fesyen lokal. Contohnya, adanya inisiatif gerakan Bersebelas #MelangkahBareng.

Selanjutnya, untuk makanan terlaris, dia  mengatakan, ngopi dan ngemil di rumah menjadi aktivitas yang digemari masyarakat selama 2021. “Hal ini terlihat dari kopi Gayo dan pisang goreng yang menjadi makanan paling digemari di kampanye Tokopedia Nyam sepanjang tahun lalu," tuturnya.

Kampanye tersebut telah membantu masyarakat di berbagai kota, mulai dari wilayah Jabodetabek, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Medan, Makassar, dan masih banyak lainnya, untuk mendapatkan produk makanan dan minuman tanpa harus ke luar dari rumah.

Di sisi lain, walau pandemi masih berlangsung, semangat masyarakat dalam berbagi kebaikan juga masih sangat tinggi. Sepanjang tahun 2021, masyarakat Indonesia telah mengumpulkan lebih dari Rp 160 miliar lewat fitur Donasi, Zakat, dan Qurban di Tokopedia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia