Kamis, 14 Mei 2026

Dirikan Jakarta Ear and Haearing Center, RS Mitra Keluarga Gandeng Kasoem Hearing Center

Penulis : Emanuel Kure
11 Jan 2024 | 21:00 WIB
BAGIKAN
Direktur RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Dr. Ronald Reagan (ketiga dari kiri) dan Deputy CEO Kasoem Hearing Center Trista Mutia Kasoem (keempat dari kiri) saat MoU di Jakarta, Kamis ( 11/1/2024). (Foto: B-Universe/Eman)
Direktur RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Dr. Ronald Reagan (ketiga dari kiri) dan Deputy CEO Kasoem Hearing Center Trista Mutia Kasoem (keempat dari kiri) saat MoU di Jakarta, Kamis ( 11/1/2024). (Foto: B-Universe/Eman)

JAKARTA,investor.id-Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kelapa Gading menjalin kerja sama dengan Kasoem Hearing Center untuk mendirikan Jakarta Ear and Hearing Center, fasilitas kesehatan pendengaran pertama dan terlengkap di Indonesia. Fasilitas ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan pelayanan terhadap kesehatan pendengaran di Indonesia.

Direktur RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Dr. Ronald Reagan mengatakan, kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan layanan kesehatan pendengaran yang holistik dan komprehensif, sehingga mampu menjangkau seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan kesehatan pendengaran.

“Hari ini menandai titik tolak baru dalam pelayanan kesehatan pendengaran di Indonesia. Kami berharap Jakarta Ear and Hearing Center akan menjadi model pelayanan kesehatan yang memadukan kenyamanan dan kualitas tinggi untuk semua lapisan masyarakat,” kata Reagan di Jakarta, Kamis (11/1/2024).

ADVERTISEMENT

Sementara, Deputy CEO Kasoem Hearing Center Trista Mutia Kasoem menuturkan, kerja sama ini menjadi langkah besar dari program yang sebelumnya memang dijalankan Kasoem Hearing Center selama hampir 30 tahun berdiri di Indonesia.

Dengan Jakarta Ear and Hearing Center, harapannya dapat memenuhi kebutuhan terkait pemeriksaan gangguan pendengaran mulai dari screening pendengaran, diagnosa, fitting alat bantu dengar, operasi cochlear implant hingga habilitasi pendengaran.

“Kolaborasi ini adalah wujud nyata dari dedikasi kami untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pelayanan pendengaran yang optimal," ujar Trista.

Trista menambahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 5% penduduk dunia mengalami gangguan pendengaran. Menurut dia, Indonesia yang memiliki lebih dari 270 juta jiwa penduduk tidak terlepas dari gangguan tersebut, khususnya pada anak-anak.

"Gangguan pendengaran jika tidak ditangani dengan baik sejak dini, nanti saat dewasa akan susah dalam bersosialisasi, psikologi emosionalnya terganggu. Sementara pendengaran anak krusial sebagai pondasi dalam mendengar dan berbicara," tambah Trista.

Kerja sama ini didukung oleh Cochlear, alat bantu dengar terkemuka asal Australia, IA-CEPA ECP Katalis (Katalis) sebagai program pengembangan perdagangan dan investasi untuk membuka potensi besar kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Australia, serta Komisi Perdagangan dan Investasi Australia (Austrade).

Tak hanya itu, Jakarta Ear and Hearing Center akan menjadi pusat layanan yang menyediakan layanan lengkap untuk gangguan pendengaran, meliputi pemeriksaan pendengaran pada bayi baru lahir, tes pendengaran orang dewasa, diagnosis, intervensi dini, pemasangan alat bantu dengar, operasi implan koklea, dan terapi auditory verbal. Mulai dari deteksi dini hingga pemulihan, semuanya dalam satu lokasi yang nyaman dan terjangkau.


 

Editor: Emanuel

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 42 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 53 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia