Kamis, 14 Mei 2026

Inovasi Teknologi Kimia Dapat Minimalkan Risiko Kebakaran Bangunan Cagar Budaya

Penulis : Windarto
23 Mei 2025 | 20:25 WIB
BAGIKAN
Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Prov. DKI Jakarta Budi Haryono, Arkeolog Senior/Museolog Kresno Yulianto, Direktur Keberlanjutan Konstruksi, Ditjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Kimron Manik, saat seminar K3 Api Cagar Budaya, di Jakarta, Kamis (22/5/2025)
Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Prov. DKI Jakarta Budi Haryono, Arkeolog Senior/Museolog Kresno Yulianto, Direktur Keberlanjutan Konstruksi, Ditjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Kimron Manik, saat seminar K3 Api Cagar Budaya, di Jakarta, Kamis (22/5/2025)

JAKARTA, investor.id – Bangunan cagar budaya dan museum terbilang rentan terhadap risiko kebakaran. Sejumlah kasus kebakaran seperti kebakaran Museum Nasional, Museum Bahari di Jakarta, serta kebakaran cagar budaya Rumah Gadang di Sumatera Barat menjadi peringatan bahaya tersebut.

Inovasi teknologi kimia punya peran penting dalam melindungi dan mengurangi risiko akibat kebakaran bangunan bersejarah dan museum. Adanya inovasi tersebut dapat mencegah kerusakan fatal yang menimpa bangunan atau koleksi benda sejarah yang tak ternilai harganya. 

Direktur PT Uzin Utz Indonesia Sugiarto Goenawan mengaku prihatin dengan begitu banyaknya kasus kerusakan yang dialami bangunan cagar budaya di indonesia. Baik karena faktor alam maupun ulah manusia, baik yang disengaja maupun tidak.

ADVERTISEMENT

Ahli kimia lulusan Jerman ini bersama timnya dari PT Uzin Utz Indonesia mengembangkan cat yang dapat memadamkan api dengan sendirinya. Hal ini dilandasi keinginannya meyelamatkan dan melindungi bangunan cagar budaya di Indonesia.

Cara kerjanya, cat akan mengembang dengan sendirinya ketika suhu mencapai 250 derajat Celcius. Ia menamakan temuannya dengan kode Uzin SC 35 untuk cat dan Uzin SC 36 untuk produk pelapis (coating).

“Ketika terjadi kebakaran, suhu akan meningkat drastis. Ketika mencapai 250 derajat Celcius, cat ini akan mengembang 50-100 kali lipat. Saat itulah, SC 35 akan mengeluarkan gas CO2 yang berfungsi menghambat perambatan dan pembesaran api,” kata Sugiarto saat dalam Seminar dan Pameran ‘K3 Api Cagar Budaya’ di Jakarta, Kamis (22/5/2025).

Sedangkan SC 36, akan melapisi berbagai material terutama kayu dan besi dari kobaran api.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 28 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 58 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia