Jumat, 15 Mei 2026

International Healthcare Week 2025, Upaya Kolaboratif Perkuat Industri Kesehatan

Penulis : Muawwan Daelami
17 Jul 2025 | 13:45 WIB
BAGIKAN
Pembukaan secara resmi International Helathcare Week (IHW) 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto/Informa Markets
Pembukaan secara resmi International Helathcare Week (IHW) 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto/Informa Markets

KUALA LUMPUR, investor.id – International Healthcare Week (IHW) 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, resmi dibuka pada Rabu (16/7/2025). Ajang ini bukan hanya memamerkan produk layanan kesehatan, tetapi juga menjadi upaya berkelanjutan memperkuat kolaborasi, mempercepat inovasi, dan menyiapkan sistem kesehatan inklusif ke depan.

Informa Markets selaku organizer IHW 2025 mendesain pameran kesehatan terbesar di kawasan ini dengan menyajikan lebih dari 125 sesi konferensi dari para ahli mulai 16-18 Juli 2025. Tujuannya, untuk membuka peluang bagi para profesional di industri layanan kesehatan dari berbagai negara untuk saling berdialog dan berkolaborasi memajukan industri healthcare.

President and CEO of Informa Markets in Asia Margaret Ma Connolly menjelaskan, IHW 2025 merupakan momentum istimewa bagi para profesional di industri layanan kesehatan untuk memperoleh peluang menarik, bertukar pengetahuan dan teknologi, menjalin kemitraan baru, dan mendorong inovasi yang akan berdampak signifikan bagi kawasan.

ADVERTISEMENT
International Healthcare Week 2025, Upaya Kolaboratif Perkuat Industri Kesehatan
Mrs Margaret Ma Connolly - President and CEO, Informa Markets-Asia

“IHW 2025 secara unik menyatukan lima brand terkemuka di bidang layanan kesehatan (healthcare) dalam satu atap untuk menciptakan rantai nilai kesehatan yang benar-benar komprehensif dan terintegrasi,” ucap Margaret, Rabu (16/7/2025).

Kelima merek tersebut adalah Convention on Pharmaceutical Ingredients (CPHI) Southeast Asia, World Health Expo (WHX) Kuala Lumpur, WHX Labs Kuala Lumpur, Medical Technology (Medtec) Asia Tenggara, dan Healthcare Information and Management Systems Society (HIMSS).

Dengan mengintegrasikan seluruh pemain di ekosistem kesehatan tersebut, Margaret meyakini, IHW 2025 akan mampu mendorong kolaborasi lintas negara yang diperlukan untuk menghadapi tantangan kompleks masa kini dan menggali berbagai potensi baru.

Selain itu, kata dia, IHW 2025 juga merupakan momentum bersejarah karena berlangsung di Malaysia sebagai negara yang terkenal dengan pusat layanan kesehatannya yang premium di Asia Tenggara, berkat pasar layanan kesehatannya yang kuat, industri wisata medis yang berkembang, serta infrastruktur dan layanan kesehatan yang terus meningkat.

“Jadi, dalam beberapa hari ke depan dan seterusnya, kami akan memulai perjalanan penting bersama untuk membentuk masa depan industri kesehatan—dengan memanfaatkan kekuatan kolaborasi lintas batas, serta mengadopsi teknologi dan inovasi baru demi meningkatkan hasil bagi jutaan keluarga di seluruh dunia,” tutur Margaret.

Chairman of Malaysia External Trade Development corporation (Matrade) Yb Dato’ Seri Reezal Merican Naina Merican turut mengapresiasi terpilihnya Malaysia sebagai tuan rumah IHW 2025. Sebab, bukan saja menampilkan 900 peserta pameran, pameran ini juga diproyeksikan dapat menarik lebih dari 21.000 pengunjung pada tahun ini. Sektor-sektor utama yang memamerkan produknya seperti alat kesehatan, diagnostik, farmasi, bioteknologi, dan wisata medis.

International Healthcare Week 2025, Upaya Kolaboratif Perkuat Industri Kesehatan
Chairman of Malaysia External Trade Development corporation (Matrade) Yb Dato

Memasuki paruh kedua tahun ini, Reezal bilang, Malaysia sudah mencatatkan performa perdagangan stabil. “Nilai perdagangan kami selama lima bulan pertama 2025 mencapai RM 1,3 triliun, meningkat 6,2% dibandingkan periode sama tahun-tahun sebelumnya.

Begitu pula dengan ekspor tumbuh sebesa 5,5% mencapai RM 636,48 miliar secara yoy. Kendati demikian, Reezal tidak memungkiri, Malaysia menghadapi banyak ketidakpastian dan tantangan dalam perdagangan global saat ini. “Tapi, Alhamdulillah, secara global, kami masih termasuk negara dengan tarif yang relatif rendah jika dibandingkan dengan yang dikenakan pemerintahan Trump,” ujar dia.

Sebagai informasi, perdagangan Malaysia sebagian besar didorong oleh sektor seperti elektronik dan listrik (E&E), produk petroleum, dan mesin-mesin. Di luar sektor-sektor tersebut, Reezal mengungkapkan, sektor alat kesehatan juga merupakan salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan pesat.

“Pada 2024, sektor alat kesehatan mencatat pertumbuhan sebesar 37,7% year-on-year dengan nilai perdagangan mencapai RM46,5 miliar. Kinerja luar biasa ini disertai dengan kenaikan ekspor yang signifikan sebesar 31,6%, sebuah pencapaian yang benar-benar membanggakan,” imbuhnya.

Negosiasi Tarif

Pada kesempatan ini, Minister of Investment, Trade and Industry (MTI) Yb Senator Tengku Datuk Seri Utama Zafrul Tengku Abdul Aziz menyoroti situasi global saat ini yang dirangkum dalam tiga poin utama.

International Healthcare Week 2025, Upaya Kolaboratif Perkuat Industri Kesehatan
Keynote address by YB Senator Tengku Datuk Seri Utama Zahrul Tengku Abdul Aziz, Minister of MITI

Pertama, menyangkut negosiasi tarif perdagangan. Menurut Zafrul, negosiasi perdagangan merupakan proses kompleks dan melibatkan banyak pemangku kepentingan. Karenanya, kementerian dan lembaga terkait mesti dilibatkan supaya tidak terjadi konflik.

Cara tersebut sekaligus dimaksudkan untuk memastikan kelancaran implementasi setelah negosiasi selesai. Sebagai konteks, rata-rata proses negosiasi biasanya memakan waktu 18 bulan di mana rekor tercepat pernah terpecahkan dalam waktu 11 bulan.

“Jadi, kami harus realistis terkait kesepakatan perdagangan yang bisa diselesaikan dalam waktu hanya waktu 90 hari. Dan tentu saja, kami masih memiliki waktu hingga 1 Agustus untuk merampungkan negosiasi tarif ini,” ungkapnya.

Kedua, Zafrul juga menggarisbawahi beberapa batas tegas (red lines) yang tidak akan dilanggar Malaysia dalam negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Malaysia tidak akan mengorbankan kedaulatan negara atau mengesampingkan mitra dagang lainnya.

Poin ketiga, menyangkut sikap Malaysia yang selalu mendasarkan prinsip pertumbuhan ekonomi negara dalam setiap proses negosiasi yang dilakukan. “Kesepakatan tersebut harus memperkuat reformasi ekonomi nasional dan kebijakan pertumbuhan berkelanjutan,” tegas dia.

Ini penting, sebab menurut Zafrul, kesepakatan yang buruk akan menghasilkan dampak jangka panjang bagi rakyat dan industri Malaysia, tanpa kecuali industri layanan kesehatan dan perekonomian secara keseluruhan.

Untuk itu, melalui IHW 2025, dia berharap, bukan hanya menjadi gelaran pameran produk healthcare, tetapi juga ajakan untuk bertindak memperkuat kolaborasi, mempercepat inovasi, dan memastikan sistem kesehatan tetap inklusif, berkelanjutan, dan siap menghadapi masa depan.

“Saya bangga Malaysia menjadi tuan rumah pertemuan global ini, dan saya yakin dalam beberapa hari ke depan, platform ini akan menghasilkan dialog bermakna, kemitraan strategis, dan hasil bisnis nyata yang menguntungkan semua pihak yang terlibat,” tandasnya.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia