Sabtu, 4 April 2026

Investasi untuk Masa Depan di Balik Segarnya Susu 

Penulis : Euis Rita Hartati
27 Feb 2026 | 17:06 WIB
BAGIKAN
Jajang,murid SMPN 1 Sadananya, Ciamis, penerima program MBG
Jajang,murid SMPN 1 Sadananya, Ciamis, penerima program MBG

Meski baru berjalan beberapa bulan pelaksanaan MBG memang sudah dirasakan langsung oleh penerima manfaat. Salah satunya adalah muri-murid di SMPN 1 Sukajadi, Ciamis Jawa Barat.

Menurut Naura, murid kelas 7, keberadaan MBG membuatnya lebih semangat belajar. “Menunya sangat bervariasi, rasanya enak setiap hari semangat datang ke sekolah. Semoga bukan hanya kami yang sehat, juga para pekerja MBG juga sehat,” katanya kepada Investor Daily.

Sementara Nabila, kelas 7, mengaku sejak mendapatkan menu MBG, dirinya merasa lebih sehat dan semakin konsentrasi dalam belajar. “Semoga bapak Presiden terus melanjutkan program ini,”ujarnya.

Investasi untuk Masa Depan di Balik Segarnya Susu 
penerima MBG di SMPN 1 Sadananya

Selain makanan bergizi, kehadiran susu dalam menu MBG juga sangat disyukuri Jajang, murid kelas 7. Dia mengaku hampir tidak pernah mengonsumsi susu. “Alhamdulillah, sejak ada MBG, saya bisa mendapatkan makanan bergizi dan susu segar,” katanya.

Advertisement

Menurut Sri Ernawati, guru SMPN 1 Sadananya, di wilayahnya saja, tidak semua anak beruntung bisa makan bergizi, apalagi minum susu. Karenanya, kata dia, keberadaan program MBG sangat membantu pemenuhan gizi anak-anak muridnya. Dengan adanya MBG ini, gizi anak jadi lebih baik. Dan mereka juga tidak lagi jajan sembarangan. Jadi, kedatangan MBG ini selalu dinanti-nantikan. Setiap hari anak semangat ke sekolah,” katanya kepada Investor Daily.

Dijelaskan Erna, setiap hari menu yang dibagikan berbeda-beda. Namun khusus untuk susu, hampir setiap hari ada. “Kalau bulan puasa, jam 9 paket MBG sudah datang tapi dibagikan ke murid setelah kegiatan keagamaan jam 11.30. Tapi kalau hari biasa dibagikan menjelang istirahat ke-2 jam 11.00,” kata ibu guru yang sudah mengabdi di sekolah tersebut lebih dari 20 tahun ini.

Menurut Erna, keberadaan MBG sangat berperan dalam peningkatan kesehatan siswa, peningkatan partisipasi sekolah, serta efesiensi rumah tangga, dan menggerakan ekonomi lokal dan tentunya meningkatkan gizi siswa.

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengatakan, sejak diluncurkan, program MBG telah menunjukkan capaian yang cukup baik dan terus ditekankan agar tidak berhenti, bahkan ditingkatkan dari waktu ke waktu. Namun, menurut dia, seluruh komponen pendukung MBG harus dipastikan terpenuhi, terutama susu sebagai salah satu sumber gizi penting bagi anak-anak.

“Susu adalah salah satu makanan bergizi yang dapat meningkatkan kecerdasan anak-anak kita. Karena itu, ini tidak boleh dilupakan dan ditinggalkan,” ujarnya belum lama ini.

Gerakkan Ekonomi Daerah

Keberadaan program MBG yang dilaksanakan Badan Gizi Nasional (BGN) terbukti juga menggerakkan ekonomi daerah. Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, sebanyak 93% dari total anggaran BGN disalurkan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Dia mengatakan dari total anggaran Rp 268 triliun, kurang lebih Rp 240 triliun beredar langsung di daerah dari Sabang sampai Merauke. Dana tersebut menyasar SPPG di seluruh pelosok Indonesia tanpa melalui perantara pemerintah daerah (Pemda).

Dalam keterangan tertulisnya, Dadan menyebut uang yang telah beredar dari Sabang sampai Merauke hingga hari ini mencapai kurang lebih Rp 36 triliun. Perputaran dana tersebut menjadi penggerak roda ekonomi yang luar biasa karena mendorong pemerataan secara nyata di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Dadan, kebijakan ini juga memberikan dampak langsung terhadap sektor produksi lokal. Dalam Program MBG, produk-produk lokal dijamin penyerapannya oleh BGN. Hal ini menciptakan kepastian pasar bagi para petani dan pelaku usaha daerah.

"Belum pernah terjadi dalam era mana pun, produksi lokal dijamin penyerapannya oleh negara seperti sekarang. Tidak heran jika ada petani wortel di Nusa Tenggara Timur yang senang karena harga wortelnya bisa naik hingga tiga kali lipat," jelasnya.

Kenaikan serapan hasil produksi tersebut berdampak pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP). Ia menyebutkan bahwa rata-rata NTP saat ini mencapai angka 125, meningkat dari sebelumnya sekitar 102. Jika NTP berada pada kisaran 100-102, hasil produksi petani hanya cukup untuk kebutuhan hidup tanpa ruang untuk investasi. Namun, dengan capaian 125, petani memiliki ruang 25 poin untuk investasi dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Ia menilai perputaran uang dalam jumlah besar pada awal tahun merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia. Pada tahun lalu, pemerintah menggelontorkan stimulus ekonomi sebesar Rp37 triliun pada triwulan pertama yang mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 4,7%.

Tahun ini, hingga Maret saja, peredaran dana BGN diprediksi mencapai Rp62 triliun. Dengan besarnya peredaran dana tersebut, ia menilai apa yang dilakukan BGN telah menjadi stimulus ekonomi yang signifikan. "Banyak pelaku usaha melaporkan bahwa likuiditas di lapangan kini lebih mudah ditemukan karena perputaran uang yang masif dan merata," tambah Dadan.

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 17 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 39 menit yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 41 menit yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.
Business 53 menit yang lalu

Perum Bulog Catat Stok Beras  4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026

Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.
International 1 jam yang lalu

Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun

Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia