Kamis, 14 Mei 2026

Budaya Kerja Sehat Jadi Fokus Baru Perusahaan di Tengah Tekanan Dunia Kerja

Penulis : Indah Handayani
13 Mei 2026 | 08:47 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

JAKARTA, investor.id – Perubahan pola kerja dan tingginya tekanan di lingkungan profesional mendorong semakin banyak perusahaan mulai memberi perhatian lebih terhadap kesehatan mental karyawan dan budaya kerja yang sehat.

Di tengah tren tersebut, berbagai program pelatihan berbasis psikologi industri mulai banyak diterapkan perusahaan untuk memperkuat komunikasi internal, kepemimpinan, hingga ketahanan mental karyawan.

Salah satu pendekatan yang kini berkembang adalah pelatihan berbasis evidence-based yang mengintegrasikan aspek kesehatan psikologis dengan produktivitas kerja.

ADVERTISEMENT

Direktur sekaligus trainer Cerita Jiwa Training Center Widya Khrisanti Montoliang mengatakan, kesehatan mental kini tidak lagi dipandang sebagai isu personal semata, tetapi telah menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan sumber daya manusia.

“Perusahaan mulai menyadari bahwa lingkungan kerja yang sehat berpengaruh langsung terhadap produktivitas, retensi karyawan, dan kualitas kolaborasi tim,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Mei 2026.

Menurut Widya, tantangan dunia kerja saat ini tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target bisnis, tetapi juga kemampuan organisasi menjaga kesejahteraan psikologis karyawan secara berkelanjutan.

Budaya Kerja Sehat

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 35 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 46 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia