Jumat, 15 Mei 2026

BI Prediksi Inflasi Maret 2022 Sebesar 0,48%

Penulis : Arnoldus Kristianus
11 Mar 2022 | 19:49 WIB
BAGIKAN
Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: AFP/Beritasatu.com)
Gedung Bank Indonesia (BI). (Foto: AFP/Beritasatu.com)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Maret 2022 secara month to month (mtm) akan berada di angka 0,48% . Sedangkan inflasi maret 2022 secara Year on Year (yoy)2,48% dan inflasi secara tahun kalender sebesar 1,04%.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penyumbang utama inflasi Maret 2022 sampai dengan minggu II yaitu komoditas cabai merah sebesar 0,09% (mtm), emas perhiasan sebesar 0,05% (mtm), cabai rawit, telur ayam ras, dan bahan bakar rumah tangga masing-masing sebesar 0,04% (mtm), daging ayam ras, tempe, dan sabun detergen bubuk/cair masing-masing sebesar 0,03% (mtm), bawang merah, tahu mentah, dan daging sapi masing-masing sebesar 0,02% (mtm), serta jeruk dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

“Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi yaitu minyak goreng sebesar -0,05%, (mtm) dan tomat sebesar -0,01% (mtm),” ucap Erwin dalam pernyataan resmi yang diterima pada Jumat (11/3)

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

ADVERTISEMENT

“Langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” ucap Erwin.

Sebelumnya Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti meyakini inflasi hingga akhir 2022 akan berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan yaitu 3% plus minus 1%. Dengan asumsi pasokan dan distribusi tetap terjaga, terdapat kehati-hatian pemerintah dalam menetapkan kebijakan administered price , serta koordinasi yang tetap erat antara Pemerintah dan Bank Indonesia, baik di pusat maupun daerah.

Kenaikan harga komoditas pangan dunia dapat dimitigasi dengan pasokan yang memadai serta perkuatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). “Disisi lain, permintaan masyarakat masih lemah sejalan dengan dampak penyebaran Omicron,” ucap Amalia.

Kementerian PPN/Bappenas aktif berkoordinasi dengan K/L terkait dalam wadah TPIP bersama BI, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Dalam Negeri dagri. Beberapa upaya mitigasi yang diperlukan telah dikomunikasikan bersama K/L seperti Kementerian Perdagangan, dan Badan Ketahanan Pangan. (ark)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia