Jumat, 15 Mei 2026

Mencapai Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berkelanjutan pada 2023

Penulis : Happy Amanda Amalia
14 Mar 2023 | 23:47 WIB
BAGIKAN
Acara Arifin Panigoro (AP) Dialog bertemakan "Indonesia Sustainable Growth 2023: Survival Amid Global Uncertainties", yang diselenggarakan Rumah Kebangsaan dan Pijar Foundation dengan menghadirkan Managing Director PT. Verdhana Sekuritas Heriyanto Irawan (kedua dari kiri) dan George Westerman dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) (kedua dari kanan), serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kiri). (Foto: Istimewa)
Acara Arifin Panigoro (AP) Dialog bertemakan "Indonesia Sustainable Growth 2023: Survival Amid Global Uncertainties", yang diselenggarakan Rumah Kebangsaan dan Pijar Foundation dengan menghadirkan Managing Director PT. Verdhana Sekuritas Heriyanto Irawan (kedua dari kiri) dan George Westerman dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) (kedua dari kanan), serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kiri). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Tantangan ekonomi global sampai saat ini masih menjadi persoalan yang harus dihadapi. Walaupun pertumbuhan ekonomi global telah menunjukkan perbaikan, ancaman krisis masih mengintainya. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya luar biasa untuk menghadapinya.

Di satu sisi, perkembangan global di bidang politik, keamanan dan ekonomi di masa depan menjadi tantangan yang harus dihadapi. Tetapi di sisi lain dapat menjadi peluang bagi Indonesia apabila dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Demikian yang diungkap dari acara Arifin Panigoro (AP) Dialog bertemakan “Indonesia’s Sustainable Growth 2023: Survival Amid Global Uncertainties” pada Rabu (08/03/2023). Acara diskusi yang diselenggarakan Rumah Kebangsaan dan Pijar Foundation ini menghadirkan narasumber Managing Director PT. Verdhana Sekuritas Heriyanto Irawan dan George Westerman dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).

ADVERTISEMENT

Kedua narasumer tersebut membahas tentang bagaimana ekonomi Indonesia dapat bertahan dan tumbuh di tengah-tengah ketidakpastian global, dengan menekankan pada bisnis untuk menyiapkan sumber daya guna menghadapi krisis, penyesuaian kebijakan untuk meredam dampak dari krisis global, dan mengidentifikasi potensi Indonesia demi mencapai target pertumbuhan ekonomi.

Indonesia memiliki keunggulan sumber daya yang diyakini dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Hal ini dapat dilihat dari keseimbangan supply and demand serta perubahan harga. Semisal dari industri pertambangan yang telah mengalami transformasi hilirisasi, yang telah terbukti memperkuat ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Menurut Westerman, ada empat kunci inovasi untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) maupun bisnis untuk menghadapi turbulensi ekonomi global, yang terdiri atas inovasi, memacu inovasi, mengembangkan bakat (talent) dan transformasi.

“Inovasi tidak hanya berbicara teknologi atau digitalisasi, namun juga mencakup sumber daya manusia dan talenta. Sementara, untuk memacu inovasi diperlukan semangat untuk belajar dan tidak takut pada kegagalan. Kemudian kunci ketiga adalah fokus mengembangkan talent, dan melakukan transformasi proses berbasis konteks,” ujar dia dalam pernyataan.

Sementara itu dalam pemaparan Heriyanto, mata uang rupiah menjadi kunci Indonesia untuk menjaga kestabilan pertumbuhan ekonomi ditengah gejolak global. Ini karena transmisi resiko dari luar dapat dengan mudah dinetralkan.

“Kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang asing dipengaruhi oleh kepercayaan industri pada ekonomi dan transformasi yang terjadi,” katanya, seraya mencontohkan industri pertambangan sektor nikel yang telah mengalami transformasi kebijakan dengan penerapan hilirisasi yang telah terbukti memperkuat ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Indonesia, tambah dia, memiliki keunggulan karena menjadi penyeimbang antara supply dan demand serta perubahan harga.

Menurut Heriyanto, untuk membuat terobosan tidak perlu beramai-ramai, masing-masing perlu berfokus terhadap dirinya masing-masing untuk memaksimalkan kapasitas masing-masing untuk menuju tujuan yang sama.

“Pemerintah perlu mendukung pihak-pihak yang ingin berinovasi dengan berbagai insentif supaya semakin banyak orang yang tertarik untuk berpartisipasi mencari jalan dalam menavigasikan perekonomian dari ketidakpastian global,” tuturnya.

Sedangkan Westerman menambahkan, penguatan nilai ekonomi melalui inovasi tidak hanya tergantung dari sumber daya alam atau teknologi, tetapi juga investasi terhadap sumber daya manusianya.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia